Fauzi,, Sudar (2026) MODEL INOVASI KEBIJAKAN BERBASIS WAKAF DI KOTA SUKABUMI (Studi Kasus Program Dana Abadi Kota Sukabumi). Disertasi(S3) thesis, UNIVERSITAS PASUNDAN.
|
Text
ARTIKEL SUDAR FAUZI DIS - 209020021.pdf Download (343kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya implementasi Program Dana Abadi Wakaf di Kota Sukabumi sebagai inovasi kebijakan publik berbasis nilai keagamaan yang bertujuan untuk mencapai kemandirian fiskal daerah. Meskipun secara konseptual program ini telah diakomodasi dalam dokumen perencanaan daerah (RPJMD), implementasinya di lapangan masih menghadapi berbagai hambatan yang bersifat multidimensional. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kebijakan wakaf yang belum berjalan optimal, mengidentifikasi faktor-faktor penghambat implementasinya, serta merumuskan model inovasi kebijakan berbasis wakaf yang lebih ideal dan aplikatif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 17 informan kunci yang terdiri dari unsur pemerintah, lembaga wakaf, tokoh agama, dan pemangku kepentingan lainnya, observasi lapangan di 24 lokasi, serta studi dokumentasi. Analisis data menggunakan Institutional Theory (Scott, 2014) dengan fokus pada tiga pilar utama, yaitu regulatif, normatif, dan kognitif, guna memahami dinamika kelembagaan dalam implementasi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidaksinergian kelembagaan (institutional misalignment) antara ketiga pilar tersebut. Pilar regulatif dinilai lemah, ditandai dengan belum adanya Peraturan Daerah/Peraturan Wali Kota, tidak dipublikasikannya SOP secara terbuka, serta sistem pengawasan yang masih bersifat reaktif. Pilar normatif menunjukkan kondisi rapuh akibat adanya konflik kepentingan, dominasi norma tradisional yang kurang adaptif, serta minimnya pelibatan organisasi masyarakat sejak tahap awal. Pilar kognitif mengalami fragmentasi dengan ditemukannya tujuh pola pikir yang saling bertentangan di antara para aktor. Faktor penghambat mencakup aspek regulasi dan kelembagaan, etika dan kepercayaan publik, sosial budaya, serta kognitif dan koordinasi antar lembaga. Sebagai solusi, penelitian ini merumuskan Model Institutional Synergy sebagai pengembangan Institutional Theory melalui penambahan pilar keempat, yaitu Collaborative Pillar. Pilar ini mencakup forum multipihak, pelibatan aktor sejak awal proses kebijakan, transparansi pengelolaan, mekanisme pencegahan konflik kepentingan, serta pembentukan forum wakif yang inklusif. Model ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas pengelolaan wakaf produktif serta memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan kebijakan daerah
| Item Type: | Thesis (Disertasi(S3)) |
|---|---|
| Divisions: | Pascasarjana > S3-Ilmu Sosial 2026 |
| Depositing User: | Mr soeryana soeryana |
| Date Deposited: | 12 Jun 2026 02:32 |
| Last Modified: | 12 Jun 2026 02:32 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83540 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
