Johar, Geyta Rizkani (2026) DIPLOMASI INDONESIA DALAM MENJADIKAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA RESMI SIDANG UMUM UNITED NATIONS EDUCATIONAL, SCIENTIFIC, AND CULTURAL ORGANIZATION (UNESCO). Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
cover.pdf Download (157kB) | Preview |
|
|
Text
daftar isi.pdf Download (125kB) | Preview |
|
|
Text
kata pengantar .pdf Download (120kB) | Preview |
|
|
Text
lembar persetujuan.pdf Download (141kB) | Preview |
|
|
Text
referensi.pdf Download (164kB) | Preview |
|
|
Text
abstrak 3 bahasa .pdf Download (172kB) | Preview |
|
|
Text
bab 2.pdf Download (278kB) | Preview |
|
|
Text
bab 1.pdf Download (330kB) | Preview |
Abstract
Pencapaian bersejarah diakuinya Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Sidang Umum UNESCO pada tahun 2023 merupakan hasil sinergitas upaya diplomatik sesuai dengan amanat meningkatkan fungsinya. Penelitian ini bertujuan menjawab bagaimana diplomasi Indonesia hingga membuahkan keberhasilan pengakuan UNESCO tersebut, di mana dalam sesi Pleno Sidang Umum UNESCO ke-42 terjadi konsensus saat adopsi Resolusi 42 C/28. Penelitian melihat bahwa Bahasa Indonesia merupakan salah satu bentuk kekuatan lunak yang dijalankan melalui diplomasi, khususnya diplomasi budaya dan formal. Pendekatan relasi digunakan untuk pengkajiannya, dalam hal ini prosedur atau mekanisme multilateral UNESCO memberikan ruang untuk pengembangan penggunaan Bahasa Indonesia. Kerangka konseptual menempatkan teori diplomasi sebagai sumber daya utama untuk memahami proses strategi yang dilakukan Indonesia. Bahasa sebagai instrumen kekuatan lunak, diplomasi budaya dan formal sebagai strategi operasional, dan diplomasi multilateral UNESCO sebagai arena implementasi strategi. Cara pandang mengkaji masalah penelitian dilakukan melalui pemahaman deduktif dengan menata kerangka pemikiran berikut asumsinya. Keberlakuan asumsi ditelaah dengan metode deskriptif analitis, teknik pengumpulan data studi kepustakaan, dan teknik analisis data bersifat kualitatif. Hasil akhir proses penelaahan menunjukkan bahwa keberhasilan strategi diplomasi Indonesia dalam menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Sidang Umum UNESCO pada tahun 2023 tidak lepas dari adanya keterhubungan eksistensi perkembangan penggunaan Bahasa Indonesia yang diimplementasikaan melalui ruang mekanisme multilateral UNESCO, serta memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan jumlah penutur Bahasa Indonesia dan penguatan konektivitas antarbangsa. Kata kunci: Diplomasi, Mekanisme Multilateral, Bahasa, Instrumen, UNESCO
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 09 Jun 2026 06:19 |
| Last Modified: | 09 Jun 2026 06:19 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83506 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
