Muthmainnah, Ginna Ghaida (2026) PENGARUH REPRESENTASI MEDIA INTERNASIONAL DI MEDIA SOSIAL TERHADAP PERSEPSI PUBLIK INDONESIA DALAM KONFLIK PALESTINA–ISRAEL 2023–2025. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf Download (55kB) | Preview |
|
|
Text
KATA PENGANTAR.pdf Download (7kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (71kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (55kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK 3 BAHASA.pdf Download (25kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (187kB) | Preview |
|
|
Text
COVER.pdf Download (50kB) | Preview |
Abstract
Eskalasi konflik Gaza–Israel pasca-peristiwa 7 Oktober 2023 tidak hanya memicu krisis kemanusiaan fisik, tetapi juga melahirkan peperangan narasi (epistemic war) di ranah media internasional dan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi framing dominan yang dibangun oleh tiga klaster media internasional media Barat (CNN, BBC, The New York Times), media Timur Tengah (Al Jazeera, Middle East Eye, Al Arabiya), dan media Global South (CGTN, Kompas, The Hindu) serta menganalisis pengaruh representasi tersebut terhadap pembentukan persepsi dan tindakan kolektif publik Indonesia periode 2023–2025. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi content analysis berbasis model framing Robert M. Entman, yang diintegrasikan dengan Teori Agenda Setting Bernard C. Cohen serta konsep interdependensi kompleks Keohane dan Nye. Data persepsi publik dihimpun melalui kuesioner terbuka kepada akademisi, mahasiswa Hubungan Internasional, dan aktivis, serta diperkuat dengan analisis konten media sosial. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan struktural yang signifikan dalam pengemasan isu: media Barat cenderung menonjolkan narasi keamanan dan hak membela diri Israel, media Timur Tengah fokus pada isu kemanusiaan dan konteks pendudukan historis, sementara media Global South mengaitkan konflik dengan ketimpangan tatanan global dan hukum internasional. Di tingkat domestik, publik Indonesia menunjukkan respons kolektif yang sangat masif, berkelanjutan, dan mengalami pergeseran perilaku yang nyata seperti gerakan boikot produk terafiliasi dan kampanye digital All Eyes on Rafah. Fenomena ini dipicu oleh adanya competing agenda setting dari jurnalis warga di media sosial yang berhasil mendominasi perhatian publik melampaui filter media mainstream Barat. Kompleksitas persepsi publik Indonesia dikonstruksi oleh perpaduan faktor religius, resonansi historis anti-kolonialisme, kedalaman penetrasi digital, serta legitimasi kelembagaan organisasi sosial-keagamaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa representasi media internasional di ruang digital memiliki korelasi kuat dalam mengarahkan orientasi moral dan dukungan politik publik Indonesia terhadap isu Palestina. Kata Kunci: Representasi Media Internasional, Konflik Gaza–Israel, Persepsi Publik Indonesia, Framing, Agenda Setting, Media Sosial.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026 |
| Depositing User: | Mr Iwan Ridwan Iwan |
| Date Deposited: | 04 Jun 2026 07:23 |
| Last Modified: | 04 Jun 2026 07:23 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83478 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
