Aprianto, R. Moch. Irwan (2026) PERHITUNGAN KERUGIAN KEUANGAN NEGARA OLEH KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA SEBAGAI ALAT BUKTI KASUS TINDAK PIDANA KORUPSI KAITANNYA DENGAN PEMBAHARUAN KITAB UNDANG - UNDANG HUKUM ACARA PIDANA (KUHAP). Disertasi(S3) thesis, UNIVERSITAS PASUNDAN.
|
Text
IRWAN DIH.pdf Download (269kB) | Preview |
Abstract
Dalam perkara tindak pidana korupsi salah satu unsur yang mendasar di dalamnya adalah adanya kerugian keuangan negara, untuk menjerat pelaku tindak pidana korupsi tersebut maka harus di buktikan melalui penyelidikan , karena kerugian keuangan negara itu harus nyata dan pasti. penghitungan dan pembuktian adanya kerugian keuangan Negara sangatlah penting, selain untuk menjerat pelaku korupsi juga untuk mengembalikan kerugian yang telah disebabkan oleh tindakan korupsi tersebut ke kas negara. Penghitungan kerugian keuangan negara menjadi dasar bagi Jaksa dalam dakwaanya untuk menghitung seberapa besar kerugian keuangan negara yang dirugikan akibat perbuatan terdakwa dalam perkara tindak pidana korupsi. Kerugian keuangan negara pada hakekatnya harus dibuktikan secara nyata dan pasti jumlahnya. Untuk pembuktian tersebut maka harus dilakukan melalui audit penghitungan kerugian keuangan negara yang dapat dijadikan alat bukti surat maupun sebagai keterangan Ahli di tahap pembuktian (persidangan). Penghitungan dan penentuan kerugian keuangan Negara menjadi salah satu masalah yang sering muncul dan diperdebatkan dalam penyelesaian kasus tindak pidana korupsi. Masing-masing aparat penegak hukum sering memberikan interpretasi yang berbeda-beda, khususnya yang berkaitan dengan instansi mana yang berwenang melakukan penghitungan dan penentuan jumlah kerugian keuangan negara dalam putusan pengadilan.permasalahan Metode pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah Metode penelitian normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan kasus. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pendekatan kualitatif deskriptif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai suatu gejala yang ada yaitu keadaan gejala menurut apa adanya saat penelitian dilakukan, data yang diginakan adalah berupa data primer, data skunder dan data tertier , Teknik pengumpulan data dengan melakukan analisa data yang terkumpul lalu disatukan dalam bentuk narasi serta dideskripsikan guna menjawa permasalahan penelitian. Perhitungan kerugian keuangan negara sudah dapat dilakukan pada tahap penyelidikan tindak pidana korupsi oleh Kejaksaan R.I. dengan didasari bahwa tidak adanya peraturan perundang-undangan yang melarangnya. Dengan dilakukannya perhitungan kerugian keuangan negara ditahap penyelidikan akan berimplikasi pada efektifitas penanganan kasus korupsi itu sendiri yang akan cepat selesai. Selain itu dapat juga membawa dampak efisiensi pada sistem kerja penyelidik maupun biaya operasional penyelesaian kasus tindak pidana korupsi.
| Item Type: | Thesis (Disertasi(S3)) |
|---|---|
| Divisions: | Pascasarjana > S3-Ilmu Hukum 2026 |
| Depositing User: | Mr soeryana soeryana |
| Date Deposited: | 04 Jun 2026 06:42 |
| Last Modified: | 04 Jun 2026 06:42 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83476 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
