Adlani, Sholahudin (2026) REPRESENTASI KESEHATAN MENTAL DALAM LIRIK LAGU “JANJI PALSU” KARYA HINDIA (Analisis Semiotika Roland Barthes). Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
BAB I.pdf Download (310kB) | Preview |
|
|
Text
abstrak.pdf Download (588kB) | Preview |
|
|
Text
daftar isi.pdf Download (342kB) | Preview |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (647kB) | Preview |
|
|
Text
cover.pdf Download (432kB) | Preview |
|
|
Text
kata pengantar.pdf Download (392kB) | Preview |
|
|
Text
daftar pustaka.pdf Download (298kB) | Preview |
|
|
Text
surat persetujuan.pdf Download (95kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini berjudul “REPRESENTASI KESEHATAN MENTAL DALAM LIRIK LAGU ‘JANJI PALSU’ KARYA HINDIA (Analisis Semiotika Roland Barthes)”. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana isu mental health atau kesehatan mental direpresentasikan melalui tanda-tanda yang terkandung dalam lirik lagu tersebut. Masalah kesehatan mental kini menjadi fenomena yang krusial di kalangan generasi muda, dan musik menjadi salah satu medium populer dalam mengomunikasikan keresahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes yang membedah tanda melalui tiga tingkatan signifikasi, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Data penelitian diperoleh melalui studi dokumentasi lirik lagu, wawancara mendalam dengan narasumber akademisi dan praktisi dibidang audio, serta observasi data pendukung dari literatur internet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi kesehatan mental dalam lagu “Janji Palsu” digambarkan sebagai sebuah kondisi kerentanan eksistensial akibat tekanan industrial dan ekspektasi sosial yang tidak realistis. Pada tingkat denotasi, lirik menggambarkan kelelahan fisik dan mental secara literal. Pada tingkat konotasi, ditemukan adanya representasi imposter syndrome, burnout, dan perasaan dehumanisasi dalam industri kreatif. Secara mitologis, lagu ini mendekonstruksi mitos stabilitas kesuksesan dan kebahagiaan material, serta menggantinya dengan realitas bahwa kesuksesan sering kali menjadi beban psikologis bagi individu di era modern. Kesimpulannya, lagu ini berfungsi sebagai medium katarsis dan kritik sosial terhadap budaya hustle culture yang mengabaikan kesehatan mental demi performativitas citra. Kata Kunci: Mental Health, Representasi, Semiotika, Roland Barthes, Hindia, Janji Palsu.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi 2026 |
| Depositing User: | Mr Iwan Ridwan Iwan |
| Date Deposited: | 19 May 2026 08:21 |
| Last Modified: | 19 May 2026 08:21 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83342 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
