Muhammad Zaidan Zufarreza Putra, Muhammad Zaidan Zufarreza Putra (2025) TANGGUNG JAWAB HUKUM AFILIATOR ATAS PERBUATAN MELAWAN HUKUM DALAM TRANSAKSI TRADING ONLINE FOREIGN EXCHANGE MELALUI PLATFORM BINOMO DAN QUOTEX. Skripsi(S1) thesis, FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS PASUNDAN.
|
Text
COVER.pdf Download (80kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (130kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (136kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (123kB) |
||
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (170kB) |
||
|
Text
BAB 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (83kB) |
||
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (92kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini membahas tanggung jawab hukum para afiliator dalam transaksi trading online ilegal yang terjadi melalui platform seperti Binomo dan Quotex. Fenomena maraknya aktivitas trading ilegal yang melibatkan afiliator menimbulkan permasalahan hukum, khususnya terkait perlindungan konsumen dan penegakan hukum dalam ruang digital. Para afiliator sering kali mempromosikan platform trading ilegal melalui media sosial dan mempengaruhi masyarakat untuk ikut serta tanpa pemahaman yang memadai mengenai risiko dan legalitas platform tersebut. Hal ini menimbulkan kerugian bagi para pengguna dan memunculkan urgensi untuk mengkaji pertanggungjawaban hukum para pihak yang terlibat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana tanggung jawab hukum para afiliator dapat dikonstruksikan dalam konteks hukum positif Indonesia, terutama dalam lingkup Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) beserta perubahannya. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji relevansi peran pemerintah dan aparat penegak hukum dalam mengatasi maraknya praktik afiliasi ilegal dalam dunia trading daring. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode yuridis normatif, dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, buku, jurnal, dan sumber hukum lainnya yang relevan. Melalui pendekatan ini, penelitian berusaha mengungkap norma-norma hukum yang mengatur aktivitas afiliasi dan transaksi elektronik serta menilai efektivitas regulasi yang ada dalam memberikan kepastian hukum. Fokus utama penelitian adalah mengkaji bagaimana hubungan hukum antara afiliator dan platform tersebut menurut hukum positif Indonesia, bentuk pertanggungjawaban hukum yang dapat dikenakan terhadap afiliator yang mempromosikan secara ilegal, serta sejauh mana aktivitas mereka dapat dikualifikasi sebagai delik dalam lingkup Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Melalui pendekatan yuridis normatif dan analisis terhadap peraturan yang relevan, termasuk ketentuan dalam KUHP dan UU ITE, penelitian ini menemukan bahwa afiliator memiliki kedudukan hukum sebagai subjek yang dapat dimintai pertanggungjawaban secara perdata dan pidana, khususnya apabila tindakan mereka terbukti menyesatkan, mengandung unsur penipuan, atau mendukung praktik perjudian berkedok investasi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi dan pengawasan terhadap praktik afiliasi digital serta penegakan hukum yang lebih tegas terhadap pelaku promosi platform trading ilegal. Kata Kunci: Tanggung Jawab Hukum, Afiliasi, Perdagangan Online
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum 2025 |
| Depositing User: | Nandang Haeruman |
| Date Deposited: | 18 May 2026 03:26 |
| Last Modified: | 18 May 2026 03:26 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83297 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
