PERLINDUNGAN HUKUM BAGI SENIMAN ASLI TERHADAP HASIL CIPTAAN PENGHASIL GAMBAR BERBASIS KECERDASAN BUATAN (ARTIFICIAL INTELLIGENCE IMAGE GENERATOR) BERDASARKAN PERSPEKTIF HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

Aulia Aristawidya Apsarini, Aulia Aristawidya Apsarini (2025) PERLINDUNGAN HUKUM BAGI SENIMAN ASLI TERHADAP HASIL CIPTAAN PENGHASIL GAMBAR BERBASIS KECERDASAN BUATAN (ARTIFICIAL INTELLIGENCE IMAGE GENERATOR) BERDASARKAN PERSPEKTIF HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL. Skripsi(S1) thesis, FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS PASUNDAN.

[img]
Preview
Text
1. Coper.pdf

Download (39kB) | Preview
[img]
Preview
Text
9. Bab 1.pdf

Download (369kB) | Preview
[img]
Preview
Text
10. Bab 2.pdf

Download (394kB) | Preview
[img] Text
11. Bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (495kB)
[img] Text
13. Bab 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (79kB)
[img]
Preview
Text
14. Daftar Pustaka.pdf

Download (209kB) | Preview
[img] Text
12. Bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (229kB)

Abstract

Kemajuan teknologi selalu berhubungan dengan hak kekayaan intelektual. Hak cipta, salah satu bentuk hak kekayaan intelektual, adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata, serta ruang lingkupnya terdiri atas seni, sastra dan ilmu pengetahuan. Lukisan sebagai bentuk seni yang dilindungi oleh hak cipta, saat ini dapat dihasilkan oleh Penghasil Gambar Berbasis Kecerdasan Buatan dengan cara Pengguna hanya perlu memasukkan Prompt berisi ide dan imajinasi, lalu Penghasil Gambar Berbasis Kecerdasan Buatan akan menghasilkan lukisan baru sesuai dengan Prompt. Sejak dirilisnya Stable Diffusion pada 2022, mesin ini masif digunakan sebab mudah diakses oleh masyarakat umum. Berdasarkan uraian tersebut, Peneliti menemukan tiga hal: Bagaimana peraturan perlindungan hukum bagi Seniman Asli terhadap Hasil Ciptaan Penghasil Gambar Berbasis Kecerdasan Buatan berdasarkan perspektif Hak Kekayaan Intelektual? Bagaimana akibat hukum bagi seniman asli terhadap hasil ciptaan Penghasil Gambar Berbasis Kecerdasan Buatan berdasarkan perspektif Hak Kekayaan Intelektual? Bagaimana penyelesaian permasalahan Hak Cipta yang dapat dilakukan oleh Seniman Asli atas pelanggaran Hak Cipta oleh pihak lain berdasarkan Perspektif Hak Kekayaan Intelektual? Metode penelitian skripsi ini menggunakan spesifikasi penelitian bersifat deskriptif-analitis yang menghubungkan peraturan perundang-undangan atau hukum positif pada berbagai teori hukum serta pelaksanaan hukum positif. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, penelitian kepustakaan dengan cara mengkaji materi-materi kepustakaan maupun data sekunder, berupa menganalisis doktrin maupun asas-asas dalam ilmu hukum, sehingga penelitian ini akan menitikberatkan pada asas-asas hukum serta mengkaji kaidah hukum yang berlaku. Hasil penelitian menemukan bahwa pengaturan perlindungan hukum seniman asli terhadap hasil ciptaan penghasil gambar berbasis kecerdasan buatan diwujudkan dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta yang memberikan perlindungan hak-hak eksklusif dalam Pasal 5 Ayat (1) dan Pasal 9 Ayat (1) terhadap seniman asli atas lukisannya secara deklaratif. Akibat hukum bagi seniman asli terhadap hasil ciptaan penghasil gambar berbasis kecerdasan buatan adalah klaim hak moral dan/atau hak ekonomi akan sulit dilakukan sebab terdapat jutaan lukisan yang dilatih dalam mesin penghasil gambar oleh perusahaan kecerdasan buatan. Penyelesaian permasalahan hak cipta bagi Seniman Asli atas pelanggaran Hak Cipta oleh pihak lain dapat dilakukan dengan meminta ganti rugi melalui Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa atau Pengadilan Niaga. Kata Kunci: Hak Cipta, Kecerdasan Buatan, Fair Use

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum 2025
Depositing User: Nandang Haeruman
Date Deposited: 13 May 2026 02:37
Last Modified: 13 May 2026 02:37
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83247

Actions (login required)

View Item View Item