PERAN INDONESIA DALAM PENANGANAN PENGUNGSI ROHINGYA MELALUI KEBIJAKAN DOMESTIK DAN DIPLOMASI KEMANUSIAAN

Maharani, Tasyara (2026) PERAN INDONESIA DALAM PENANGANAN PENGUNGSI ROHINGYA MELALUI KEBIJAKAN DOMESTIK DAN DIPLOMASI KEMANUSIAAN. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.

[img]
Preview
Text
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (117kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. BAB I.pdf

Download (200kB) | Preview
[img]
Preview
Text
1. COVER.pdf

Download (63kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. ABSTRAK 3 BAHASA.pdf

Download (76kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. BAB II.pdf

Download (98kB) | Preview
[img]
Preview
Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (159kB) | Preview
[img]
Preview
Text
11. KATA PENGANTAR.pdf

Download (10kB) | Preview
[img]
Preview
Text
12. DAFTAR ISI.pdf

Download (194kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan domestik Indonesia dalam penanganan pengungsi etnis Rohingya, mengkaji praktik diplomasi kemanusiaan Indonesia di Aceh, serta menjelaskan hubungan antara kebijakan domestik dan diplomasi kemanusiaan dalam membentuk peran Indonesia dalam isu pengungsi Rohingya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif, serta memanfaatkan data sekunder berupa dokumen resmi pemerintah, laporan organisasi internasional, laporan lembaga non-pemerintah, dan sumber media massa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016 secara normatif telah memberikan landasan hukum yang jelas dalam penanganan pengungsi, namun dalam praktiknya masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sumber daya, lemahnya koordinasi antar- organisasi, serta resistensi masyarakat lokal. Dalam aspek diplomasi kemanusiaan, Indonesia telah menerapkan prinsip kemanusiaan (humanity), netralitas (neutrality), dan ketidakberpihakan (impartiality) melalui upaya penyelamatan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pemberian bantuan tanpa diskriminasi. Namun demikian, dinamika sosial di tingkat lokal, seperti kecemburuan sosial dan stigma negatif terhadap pengungsi, menjadi tantangan dalam menjaga konsistensi implementasi kebijakan. Lebih lanjut, penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan yang erat antara kebijakan domestik dan diplomasi kemanusiaan dalam membentuk peran Indonesia. Keberhasilan implementasi kebijakan domestik memperkuat citra Indonesia sebagai aktor kemanusiaan di tingkat internasional, sedangkan hambatan implementasi berpotensi melemahkan posisi tersebut. Oleh karena itu, peran Indonesia dalam isu Rohingya dapat dikategorikan sebagai penyedia bantuan kemanusiaan, fasilitator kerja sama, serta aktor diplomatik yang berupaya menjembatani kepentingan berbagai pihak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas diplomasi kemanusiaan Indonesia sangat bergantung pada kemampuan negara dalam mengelola dinamika domestik, khususnya dalam mengatasi resistensi sosial dan memperkuat koordinasi kelembagaan. Kata kunci: kebijakan domestik, diplomasi kemanusiaan, pengungsi Rohingya, Perpres No. 125 Tahun 2016, implementasi kebijakan, Indonesia.

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026
Depositing User: S.Si Mochamad Yogi
Date Deposited: 11 May 2026 07:13
Last Modified: 11 May 2026 07:13
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83183

Actions (login required)

View Item View Item