Populisme, Sekuritisasi dan Penolakan Kebijakan Suaka Uni Eropa: Pengungsi Afghanistan dan Suriah di Hungaria

Swasono, Azys Bangun (2026) Populisme, Sekuritisasi dan Penolakan Kebijakan Suaka Uni Eropa: Pengungsi Afghanistan dan Suriah di Hungaria. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.

[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf.pdf

Download (218kB) | Preview
[img]
Preview
Text
COVER.pdf.pdf

Download (212kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf.pdf

Download (160kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Kata Pengantar .pdf.pdf

Download (161kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Lembar Pengesahan.pdf

Download (75kB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf.pdf

Download (211kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf.pdf

Download (322kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf.pdf

Download (333kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara populisme dan sekuritisasi dalam kebijakan penolakan pengungsi oleh Hungaria terhadap implementasi kebijakan suaka Uni Eropa, khususnya dalam kerangka Common European Asylum System (CEAS). Fokus utama penelitian ini adalah pada dinamika arus pengungsi Afghanistan dan Suriah ke Hungaria serta bagaimana pemerintah Hungaria mengkonstruksi pengungsi sebagai ancaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, serta memanfaatkan teori populisme dan teori sekuritisasi dari Barry Buzan sebagai kerangka analisis utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika arus pengungsi Afghanistan dan Suriah ke Hungaria mengalami lonjakan signifikan pada tahun 2015 akibat konflik di negara asal dan terbukanya jalur migrasi melalui Balkan Barat, kemudian menurun secara drastis setelah penerapan kebijakan pembatasan oleh pemerintah Hungaria. Selanjutnya, populisme pemerintah Hungaria berperan dalam membentuk persepsi publik dengan membingkai pengungsi sebagai ancaman terhadap keamanan, identitas budaya, dan kedaulatan nasional. Narasi ini dibangun melalui dikotomi antara “rakyat” dan “pihak luar”, serta diperkuat melalui kampanye politik dan media. Lebih lanjut, proses sekuritisasi digunakan untuk mentransformasikan narasi populisme menjadi legitimasi kebijakan. Melalui speech act dan konstruksi ancaman, isu pengungsi diangkat dari ranah kemanusiaan menjadi isu keamanan, sehingga memungkinkan pemerintah untuk mengambil langkah-langkah luar biasa seperti penutupan perbatasan, kriminalisasi migrasi ilegal, serta penolakan terhadap implementasi Common European Asylum System. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan penolakan pengungsi oleh Hungaria merupakan hasil dari interaksi antara dinamika migrasi global dan konstruksi politik domestik yang memanfaatkan populisme dan sekuritisasi sebagai instrumen utama. Kata kunci: populisme, sekuritisasi, pengungsi, Hungaria, CEAS, Uni Eropa

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026
Depositing User: S.Si Mochamad Yogi
Date Deposited: 05 May 2026 04:36
Last Modified: 05 May 2026 04:36
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/82963

Actions (login required)

View Item View Item