Alfalah, Muhamad Fikri and Liswanti, Dewi and Firdaus, Muhammad Suni Diaz and Khairunnisa, Qolbi (2026) PENELITIAN TERAPAN: IMPLEMENTASI AGENDA SDG’s TUJUAN 6 (CLEAN WATER AND SANITATION), 11 (SUSTAINABLE CITY AND COMMUNITIES) , 13 (CLIMATE ACTION), DAN 15 (LIFE ON LAND) MELALUI BIOPORI DAN ECO ENZYME DI DESA BOJONGSOANG KABUPATEN BANDUNG. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
COVER.pdf Download (134kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (173kB) | Preview |
|
|
Text
LEMBAR PENGESAHAN..pdf Download (74kB) | Preview |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Download (182kB) | Preview |
|
|
Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf Download (65kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK TIGA BAHASA.pdf Download (146kB) | Preview |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (142kB) | Preview |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (203kB) | Preview |
Abstract
Penelitian terapan ini dilaksanakan di Desa Bojongsoang, Kota Bandung, dengan fokus pada upaya pengelolaan sampah organik melalui kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan eco enzyme serta penerapan teknologi biopori. Latar belakang penelitian berangkat dari permasalahan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti yang diperkirakan tidak lagi mampu menampung volume sampah pada tahun 2028, serta keterbatasan daya tampung beberapa TPS di wilayah Bojongsoang. Kondisi tersebut mendorong perlunya solusi alternatif berbasis masyarakat dalam pengelolaan limbah rumah tangga. Metode penelitian yang digunakan adalah kegiatan pengabdian dengan melibatkan masyarakat dari beberapa Rukun Warga (RW), yaitu RW 2, RW 3, RW 4, RW 16, dan RW 18. Kegiatan penelitian mencakup dua tahapan utama, yaitu sosialisasi pemahaman mengenai manfaat eco enzyme dan biopori, serta praktik langsung pembuatan eco enzyme dan pengolahan menjadi sabun ramah lingkungan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di beberapa lokasi, di antaranya posyandu, PAUD, serta kantor Desa Bojongsoang, dengan total partisipasi mencapai lebih dari 100 orang termasuk tim peneliti, perwakilan RW, kader PKK, dan warga setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman warga terhadap manfaat pengelolaan limbah organik meningkat secara signifikan setelah mengikuti kegiatan. Sosialisasi berhasil menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya pengurangan sampah rumah tangga melalui pengolahan limbah dapur menjadi produk ramah lingkungan, sementara praktik pembuatan eco enzyme mendorong keterampilan warga untuk memproduksi sendiri produk yang bermanfaat bagi rumah tangga. Namun demikian, kegiatan juga menghadapi kendala berupa faktor cuaca, salah satunya banjir yang terjadi pada tanggal 24 Mei 2025 sehingga mengakibatkan pembatalan sosialisasi di RW 18. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan partisipatif dalam pengelolaan lingkungan dapat menjadi strategi efektif untuk mendorong kemandirian masyarakat dalam menghadapi permasalahan sampah. Lebih lanjut, penelitian ini berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 (Clean Water and Sanitation), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), SDG 13 (Climate Action), dan SDG 15 (Life on Land). Kata kunci: eco enzim, biopori, pengelolaan sampah organik, partisipasi masyarakat, Bojongsoang
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 04 May 2026 04:05 |
| Last Modified: | 04 May 2026 04:05 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/82916 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
