Fernando, Rendy (2025) UPAYA INDONESIA DALAM SENGKETA LAUT CHINA SELATAN UNTUK MENJAGA KEAMANAN MARITIM PASCA PUTUSAN PERMANENT COURT OF ARBITATION 2016. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
BAB 2.pdf Download (313kB) | Preview |
|
|
Text
Abstrak.pdf Download (223kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (319kB) | Preview |
|
|
Text
Cover.pdf Download (130kB) | Preview |
|
|
Text
Daftar Isi.pdf Download (262kB) | Preview |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Download (239kB) | Preview |
|
|
Text
Lembar Pengesahan.pdf Download (107kB) | Preview |
|
|
Text
Kata Pengantar.pdf Download (136kB) | Preview |
Abstract
Laut China Selatan merupakan wilayah strategis dengan dinamika sengketa yang kompleks, di mana klaim sepihak Tiongkok berdasarkan "sembilan garis putus-putus" (nine-dash line) tumpang tindih dengan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di sekitar Kepulauan Natuna. Meskipun Putusan Permanent Court of Arbitration (PCA) tahun 2016 secara hukum membatalkan klaim tersebut, aktivitas kapal Tiongkok justru meningkat pasca-putusan, menciptakan kesenjangan antara legitimasi hukum dan realitas keamanan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya-upaya strategis Indonesia dalam menjaga keamanan maritim di wilayah Natuna Utara pada periode 2020–2024. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi kepustakaan, penelitian ini mengkaji respons Indonesia melalui kerangka teoritis keamanan nasional (Leffler), keamanan maritim (Buzan), dan kedaulatan wilayah (Distefano). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia telah melakukan sejumlah upaya integratif, termasuk peningkatan patroli gabungan, penguatan Maritime Domain Awareness (MDA), modernisasi alutsista, penegakan hukum terhadap Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing, serta diplomasi maritim yang aktif. Namun, tantangan seperti keterbatasan kapasitas, strategi gray-zone warfare Tiongkok, dan ketergantungan ekonomi masih membatasi efektivitas upaya tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Indonesia perlu memperkuat konsistensi kebijakan, koordinasi antar-lembaga, dan pembangunan kapasitas jangka panjang untuk mempertahankan kedaulatan dan keamanan maritim di Natuna Utara. Kata Kunci: Keamanan Maritim, Natuna Utara, Putusan Permanent Cout of Arbitation 2016
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2025 |
| Depositing User: | Mr Iwan Ridwan Iwan |
| Date Deposited: | 28 Apr 2026 02:18 |
| Last Modified: | 28 Apr 2026 02:18 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/82832 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
