Shaumi, Liliana Dhiva (2026) POLA KOMUNIKASI REMAJA FATHERLESS DI KOTA BANDUNG (Studi Deskriptif Kualitatif Pola Komunikasi Remaja Fatherless Di Kota Bandung). Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (209kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (211kB) | Preview |
|
|
Text
COVER.pdf Download (151kB) | Preview |
|
|
Text
KATA PENGANTAR.pdf Download (178kB) | Preview |
|
|
Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf Download (5MB) | Preview |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (431kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (419kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK 3 BAHASA.pdf Download (236kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini berjudul “Pola Komunikasi Remaja Fatherless di Kota Bandung” yang bertujuan untuk menganalisis bagaimana pola komunikasi remaja yang mengalami keterbatasan peran ayah dalam kehidupan keluarga. Fokus penelitian diarahkan pada proses pembentukan mind, self, dan society sebagaimana dijelaskan dalam teori Interaksi Simbolik oleh George Herbert Mead. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam kepada lima informan inti yang merupakan remaja berusia 18–24 tahun yang mengalami fatherless, serta dua informan akademisi dan satu informan ahli psikologi sebagai pendukung. Teknik analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan kerangka teori Interaksi Simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fatherless berdampak pada pembentukan mind remaja, ditandai dengan kecenderungan berpikir negatif terhadap diri sendiri, kesulitan mengelola emosi, dan respons berlebih terhadap situasi komunikasi. Pada aspek self, remaja fatherless membentuk konsep diri melalui pengalaman relasi sosial yang sering kali tidak stabil. Hal ini menyebabkan munculnya perilaku defensif, rasa tidak percaya diri, kesulitan mengekspresikan perasaan, dan pola komunikasi yang menghindari konflik. Sementara itu, pada aspek society, lingkungan sosial seperti pertemanan, tempat kerja, dan komunitas berperan penting dalam membentuk pola komunikasi baru yang lebih adaptif. Dukungan sosial dari teman sebaya terbukti berkontribusi pada peningkatan kemampuan komunikasi interpersonal. Namun, penelitian juga menemukan adanya ketidakseimbangan komunikasi dalam keluarga fatherless yang berdampak pada proses sosialisasi remaja. Minimnya figur ayah menyebabkan remaja kehilangan salah satu sumber pembelajaran simbolik yang seharusnya membentuk kemampuan pengambilan keputusan, regulasi emosi, dan keterampilan berkomunikasi. Meskipun demikian, beberapa remaja mampu mengembangkan mekanisme adaptif melalui lingkungan sosialnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam kajian komunikasi keluarga, khususnya terkait dampak fatherless terhadap pola komunikasi remaja. Selain itu, penelitian ini memberikan gambaran praktis bagi orang tua, pendidik, dan tenaga profesional agar lebih memahami kebutuhan komunikasi remaja fatherless sehingga dapat memberikan pendampingan yang lebih tepat. Kata Kunci: Pola Komunikasi, Fatherless, Remaja, Interaksi Simbolik, Konsep Diri.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi 2026 |
| Depositing User: | Mr Iwan Ridwan Iwan |
| Date Deposited: | 17 Apr 2026 08:57 |
| Last Modified: | 17 Apr 2026 08:57 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/82716 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
