KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA FATHERLESS DI SMK IBNU SINA BOGOR (STUDI KASUS SISWA AKIBAT PERCERAIAN ORANG TUA)

Arrahmaniyah, Raden Fathania Dwi (2026) KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA FATHERLESS DI SMK IBNU SINA BOGOR (STUDI KASUS SISWA AKIBAT PERCERAIAN ORANG TUA). Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.

[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (186kB) | Preview
[img]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (101kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI .pdf

Download (186kB) | Preview
[img]
Preview
Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (133kB) | Preview
[img]
Preview
Text
KATA PENGANTAR.pdf

Download (173kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (168kB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRACT (INGGRIS).pdf

Download (110kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (309kB) | Preview
[img]
Preview
Text
RINGKESAN (SUNDA).pdf

Download (142kB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK (INDONESIA).pdf

Download (142kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini membahas komunikasi interpersonal pada remaja fatherless di SMK Ibnu Sina Bogor sebagai dampak dari kondisi keluarga yang mengalami perceraian. Ketidakhadiran ayah menjadi konteks penting yang membentuk pengalaman emosional dan sosial remaja dalam menjalani hubungan interpersonal. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana remaja fatherless membangun pola komunikasi interpersonal, mengidentifikasi karakteristik komunikasi mereka melalui perspektif teori Attachment John Bowlby, serta menggambarkan variasi pola secure attachment, anxious ambivalent attachment, dan anxious avoidant attachment dalam relasi sehari-hari di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, serta triangulasi sumber yang melibatkan informan utama, teman dekat, wakil kepala sekolah bidang SDM, dan informan ahli psikologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi remaja fatherless berkembang dengan cara yang berbeda sesuai dengan pengalaman keterikatan mereka. Remaja dengan secure attachment mampu bersikap terbuka, memiliki emosi yang lebih stabil, dan dapat menjalin hubungan interpersonal dengan cara yang sehat. Remaja dengan anxious ambivalent attachment menunjukkan kebutuhan validasi yang tinggi, emosi yang mudah berubah, dan pola komunikasi yang cenderung tidak konsisten. Sementara itu, remaja dengan anxious avoidant attachment lebih sering menjaga jarak, menahan ekspresi emosi, dan menjalin hubungan sosial dalam batas yang sangat terbatas. Penelitian ini memberi kontribusi penting dalam memahami komunikasi interpersonal pada keluarga yang tidak utuh, serta memberikan gambaran yang lebih nyata bagi sekolah dan orang tua mengenai dinamika komunikasi remaja fatherless dan bentuk pendampingan yang mereka perlukan. Kata kunci: komunikasi interpersonal, fatherless, remaja, attachment, perceraian

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi 2026
Depositing User: Mr Iwan Ridwan Iwan
Date Deposited: 17 Apr 2026 08:37
Last Modified: 17 Apr 2026 08:37
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/82713

Actions (login required)

View Item View Item