Reffa Fakhri Dwitama, Reffa Fakhri Dwitama (2026) ANALISIS YURIDIS TERHADAP IMUNITAS ADVOKAT DALAM KONFLIK NORMA PADA PUTUSAN NOMOR 690/PID.B/2024/PN.JKT.SEL DENGAN PASAL 16 UNDANG-UNDANG NOMOR 18 TAHUN 2003 TENTANG ADVOKAT. Skripsi(S1) thesis, FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS PASUNDAN.
|
Text
COVER.pdf Download (77kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (86kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (92kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (109kB) |
||
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (133kB) |
||
|
Text
BAB 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (138kB) |
||
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (112kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini mengeksplorasi konflik norma antara Pasal 16 Undang- Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat juncto Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 26/PUU-XI/2013 dengan Pasal 317 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) sebagaimana terjadi dalam Putusan Nomor 690/Pid.B/2024/PN.Jkt.Sel. terhadap advokat Tony Budidjaja. Kasus ini berawal ketika Tony, sebagai kuasa hukum Vinmar Overseas Ltd., melaporkan PT Sumi Asih atas dugaan penghalangan eksekusi putusan arbitrase yang dilakukan oleh PT Sumi Asih, namun justru didakwa melakukan pengaduan palsu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dasar pertentangan norma hukum, implikasinya terhadap perlindungan profesi advokat, serta bentuk putusan yang seharusnya dijatuhkan pengadilan. Penelitian ini menerapkan metode interpretasi hukum sebagai alat analisis, meliputi interpretasi otentik, teologis, dan gramatikal terhadap norma hukum yang relevan guna mengidentifikasi ruang lingkup norma hukum secara tepat dan terukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majelis hakim keliru dalam menerapkan asas lex specialis derogat legi generali dan menilai unsur itikad baik secara ex post bukan ex ante, sehingga mengabaikan perlindungan imunitas advokat yang dijamin undang-undang. Putusan tersebut mencerminkan adanya konflik norma dan kekeliruan penerapan hukum yang berpotensi mengkriminalisasi profesi advokat; karenanya, putusan yang berkeadilan seharusnya berlandaskan pada tafsir Mahkamah Konstitusi dengan menilai tindakan advokat berdasarkan itikad baik dan konteks profesionalnya dalam menjalankan pembelaan hukum. Kata kunci: Imunitas Advokat, Konflik Norma, Pasal 16 UU Advokat, Pasal 317 KUHP, Interpretasi Hukum.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum 2026 |
| Depositing User: | Nandang Haeruman |
| Date Deposited: | 01 Apr 2026 06:02 |
| Last Modified: | 01 Apr 2026 06:02 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/82580 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
