Akbar Ferdiansyah Agas, Agas Akbar Ferdiansyah, 220010044 (2026) TINJAUAN BIOETIK DAN HUKUM TERHADAP PENGGUNAAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK. Skripsi(S1) thesis, UNIVERSITAS PASUNDAN.
|
Text
220010044_Akbar Ferdiansyah Agas_KTI Cover.pdf Download (162kB) | Preview |
|
|
Text
220010044_Akbar Ferdiansyah Agas_KTI Abstrak Indonesia-Inggris.pdf Download (99kB) | Preview |
|
|
Text
220010044_Akbar Ferdiansyah Agas_KTI BAB I.pdf Download (125kB) | Preview |
|
|
Text
220010044_Akbar Ferdiansyah Agas_KTI BAB II.pdf Download (703kB) | Preview |
|
|
Text
220010044_Akbar Ferdiansyah Agas_KTI BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (98kB) |
||
|
Text
220010044_Akbar Ferdiansyah Agas_KTI BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (403kB) |
||
|
Text
220010044_Akbar Ferdiansyah Agas_KTI BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (76kB) |
||
|
Text
220010044_Akbar Ferdiansyah Agas_KTI TINJAUAN PUSTAKA.pdf Download (120kB) | Preview |
|
|
Text
220010044_Akbar Ferdiansyah Agas_KTI HASIL TURNITIN.pdf Download (163kB) | Preview |
|
|
Text
220010044_Akbar Ferdiansyah Agas_KTI LEMBAR PENGESAHAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (359kB) |
Abstract
Transformasi digital dalam sistem kesehatan nasional menjadikan Rekam Medis Elektronik (RME) sebagai instrumen utama dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Indonesia. Penerapan RME bertujuan meningkatkan mutu pelayanan, efisiensi administrasi, serta kesinambungan perawatan pasien. Namun, digitalisasi rekam medis juga menimbulkan tantangan baru, terutama terkait perlindungan data pribadi, keamanan informasi kesehatan, serta pemenuhan prinsip-prinsip bioetika dan kepastian hukum. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau penyelenggaraan Rekam Medis Elektronik dari perspektif prinsip bioetika dan hukum kesehatan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan pustaka (literature review) dengan menganalisis berbagai sumber berupa peraturan perundang-undangan, buku teks, serta artikel ilmiah yang relevan dengan topik bioetika, hukum kesehatan, dan rekam medis elektronik. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan prinsip bioetika autonomy, beneficence, nonmaleficence, dan justice dalam penyelenggaraan RME pada prinsipnya telah tercermin dalam tujuan dan fungsi RME, namun dalam praktik masih menghadapi kendala, khususnya dalam aspek perlindungan privasi data, keamanan sistem, transparansi pengelolaan data, serta kesenjangan infrastruktur digital. Dari sisi hukum, penyelenggaraan RME telah memiliki dasar hukum yang kuat melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis yang diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi, serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Kerangka hukum tersebut memberikan kepastian hukum, perlindungan hak pasien, serta pengakuan terhadap RME sebagai dokumen dan alat bukti hukum yang sah. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Rekam Medis Elektronik sangat bergantung pada integrasi antara kemajuan teknologi, penerapan prinsip bioetika, dan kepatuhan terhadap ketentuan hukum. Oleh karena itu, diperlukan penguatan tata kelola, pengawasan, serta peningkatan pemahaman etika dan hukum di kalangan tenaga kesehatan guna mewujudkan penyelenggaraan RME yang etis, aman, dan berkeadilan. Kata kunci: Rekam Medis Elektronik, Bioetika, Hukum Kesehatan, Perlindungan Data Pribadi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Electronic Medical Records, Bioethics, Health Law, Personal Data Protection |
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > Pendidikan Sarjana Kedokteran 2026 |
| Depositing User: | Mr Perpustakaan FK |
| Date Deposited: | 26 Feb 2026 03:36 |
| Last Modified: | 26 Feb 2026 03:36 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/82471 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
