FATHANUDIEN, ANTHON (2026) PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KEARIFAN LOKAL HAK CIPTA BATIK DALAM PELESTARIAN WARISAN BUDAYA INDONESIA. UNSPECIFIED thesis, UNIVERSITAS PASUNDAN.
|
Text
Naskah artikel disertasi anthon.pdf Download (403kB) | Preview |
Abstract
Batik sebagai warisan budaya tak benda Indonesia memiliki nilai kearifan lokal yang tinggi dan telah diakui dunia, namun dalam praktiknya masih menghadapi tantangan berupa pelanggaran hak cipta, komersialisasi tanpa izin, serta lemahnya perlindungan hukum yang secara khusus mengakomodasi sifat komunalnya. Permasalahan yang timbul antara lain adalah Bagaimana pengaturan perlindungan hukum terhadap kearifan lokal hak cipta batik dalam pelestarian warisan budaya Indonesia, Bagaimana penegakan hukum atas pelanggaran hak cipta batik dalam perlindungan hukum terhadap kearifan lokal di Indonesia dan Bagaimana konsep perlindungan hukum Hak Cipta yang berbasis nilai kearifan lokal batik dalam pelestarian warisan budaya Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah Spesifikasi penelitian ini bersifat deskriptif analitis, Metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif, Tahap penelitian dilakukan melalui penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen dan wawancara. Alat pengumpulan data dalam penelitian kepustakaan mencakup inventarisasi bahan hukum, pencatatan data, dan dokumentasi; sedangkan dalam penelitian lapangan, alat yang digunakan berupa pedoman wawancara dan perekam suara. Analisis data menggunakan pendekatan yuridis kualitatif, yaitu dengan mengelompokkan dan menafsirkan data berdasarkan kualitas dan validitasnya, untuk kemudian dikaji secara induktif dan dihubungkan dengan teori hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan Pengaturan perlindungan hukum terhadap kearifan lokal hak cipta batik dalam pelestarian warisan budaya Indonesia masih terjadi disharmoni antar peraturan yang ada dalam perlindungan hukum terhadap kearifan lokal hak cipta batik di Indonesia sehingga perlu diharmonikan khusus perlindungan hukum terhadap kearifan lokal hak cipta batik, penegakan hukum atas pelanggaran hak cipta batik dalam perlindungan hukum terhadap kearifan lokal di Indonesia terdiri dari preventif seperti sosialisasi, inventarisasi pendaftaran hak cipta batik, peradilan khusus tentang hak cipta dan ada penyuluhan hukum. Sedangkan represif menyebutkan penegakan hukum dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta diatur dalam Penegakan hukum represif dalam UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta diatur dalam Pasal 95-101 (gugatan perdata) dan Pasal 112-120 (ketentuan pidana) sebagai dasar penindakan terhadap pelanggaran hak cipta batik, konsep Perlindungan Hukum Terhadap Kearifan Lokal Hak Cipta Batik dalam Pelestarian Warisan Budaya Indonesia adalah melalui pendaftaran yang khusus tentang kearifan lokal sebagai perlindungan, perlu kembali pendaftaran hak cipta baik individu maupun komunal dan pentingnya dibuat peradilan khusus hak cipta batik agar ada kepastian hukum.
| Item Type: | Thesis (UNSPECIFIED) |
|---|---|
| Divisions: | Pascasarjana > S3-Ilmu Hukum 2026 |
| Depositing User: | Mr soeryana soeryana |
| Date Deposited: | 24 Feb 2026 01:44 |
| Last Modified: | 24 Feb 2026 01:44 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/82392 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
