Sagala Tantiar Anggraeni, Sagala Tantiar Anggraeni (2025) FEMISIDA SEBAGAI TINDAK PIDANA DALAM SUDUT PANDANG GENDER. Skripsi(S1) thesis, FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS PASUNDAN.
|
Text
A. COVER.pdf Download (106kB) | Preview |
|
|
Text
G. BAB 1.pdf Download (120kB) | Preview |
|
|
Text
H. BAB 2.pdf Download (66kB) | Preview |
|
|
Text
I. BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (162kB) |
||
|
Text
J. BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (171kB) |
||
|
Text
K. BAB 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (63kB) |
||
|
Text
L. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (121kB) | Preview |
Abstract
Korban femisida terus bertambah dari tahun ke tahun yang pastinya dalam hal ini membutuhkan tindakan kongkret berlandaskan penelitian yang tepat. Mengapa perempuan bisa menjadi korban pembunuhan oleh laki-laki menjadi pertanyaan besar yang harus dilihat tidak hanya dari sisi seorang laki-laki sebagai pelaku, tetapi juga dari sisi perempuan sebagai korban. Berdasarkan uraian tersebut maka peneliti menemukan tiga permasalahan, yaitu (1) Konstruksi Sosial Budaya Membentuk Normalisasi Kekerasan Berbasis Gender Yang Berujung Pada Femisida Di Indonesia (2) Kerangka Hukum Pidana Di Indonesia Saat Ini Merespons Kasus Femisida, Khususnya Dalam Memberikan Keadilan Bagi Korban Serta Keluarga Korban Dan (3) Perspektif Kajian Gender Dapat Memperkaya Pemahaman Tentang Motif Pelaku Femisida, Sehingga Menghasilkan Strategi Pencegahan Yang Lebih Efektif. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis, sedangkan metode pendekatan yang digunakan adalah metode yuridis normatif. Tahap penelitian yaitu tahap kepustakaan yang digunakan untuk mendapatkan data sekunder yang terdiri dari bahan primer, sekunder, dan tersier. Dalam jurnal ini, peneliti memakai metode yuridis kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa kontruksi sosial budaya membentuk normalisasi kekerasan berbasis gender yang berujung pada femisida di Indonesia adalah akibat belum diterapkannya perspektif gender secara menyeluruh dalam penegakan hukum sebagaimana seharusnya diatur dan dijamin melalui Pasal 338 dan Pasal 340 KUHPidana, dan Pasal 4 UU PKDRT, yang semestinya menempatkan femisida bukan sebagai pembunuhan biasa, melainkan sebagai bentuk paling ekstrem dari kekerasan berbasis gender yang menuntut perlindungan hukum khusus bagi perempuan. Kerangka hukum pidana di Indonesia saat ini merespons kasus femisida, khususnya dalam memberikan keadilan bagi korban serta keluarga korban belum sepenuhnya memberikan keadilan substantif bagi korban maupun keluarga korban, karena penerapan Pasal 338, Pasal 340, dan Pasal 351 KUHPidana, serta ketentuan dalam UU PKDRT dan UU PKS, masih berfokus pada aspek penghukuman pelaku tanpa memperhatikan dimensi kekerasan berbasis gender dan pemulihan hak korban secara menyeluruh. Perspektif kajian gender dapat memperkaya pemahaman tentang motif pelaku femisida, sehingga menghasilkan strategi pencegahan yang lebih efektif dengan menafsirkan dan menerapkan ketentuan dalam Pasal 338, Pasal 340, dan Pasal 351 KUHPidana, serta Pasal 4 UU PKDRT dan Pasal 5 UU PKS secara berperspektif gender, sehingga hukum tidak hanya berfokus pada penghukuman pelaku, tetapi juga pada pencegahan diskriminasi, perlindungan korban, dan pemulihan keadilan substantif bagi perempuan. Kata Kunci : Femisida, Tindak Pidana, dan Gender.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum 2025 |
| Depositing User: | Nandang Haeruman |
| Date Deposited: | 12 Feb 2026 02:06 |
| Last Modified: | 12 Feb 2026 02:06 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/82295 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
