Strengthening Service Quality–Based Work Culture to Improve Patient Satisfaction: A Case Study at Sayang Regional General Hospital, Cianjur Regency

Efa Fatimah, Neneng (2026) Strengthening Service Quality–Based Work Culture to Improve Patient Satisfaction: A Case Study at Sayang Regional General Hospital, Cianjur Regency. urnal Kesehatan Komunitas Indonesia (JKKI), 5. ISSN pISSN 2985-3435 (Submitted)

[img]
Preview
Text
Fatimah DIS.pdf

Download (374kB) | Preview

Abstract

Neneng Efa Fatimah, Nomor Pokok Mahasiswa 229010037 “Strategi Penguatan Budaya Mutu Pelayanan dalam Upaya Meningkatkan Kepuasan Pasien di Pelayanan Kesehatan RSUD Sayang Kabupaten Cianjur”.Di bawah bimbingan: Prof. Dr. H. Azhar Affandi, S.E., M.Sc. dan Prof. Dr. H. Horas Djulius, S.E. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi penguatan budaya kerja yang berbasis mutu pelayanan dalam upaya meningkatkan kepuasan pasien di RSUD Sayang Kabupaten Cianjur. Fokus kajian diarahkan pada empat aspek utama, yaitu: (1) gambaran budaya kerja yang berbasis mutu pelayanan di RSUD Sayang, (2) tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan, (3) identifikasi faktor-faktor yang menjadi kendala dalam penguatan budaya kerja berbasis mutu, serta (4) perumusan strategi penguatan budaya kerja melalui manajemen kinerja berbasis mutu pelayanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, studi dokumentasi, serta triangulasi sumber. Informan penelitian terdiri atas manajemen rumah sakit, tenaga medis (dokter dan perawat), tenaga administrasi, dan pasien pengguna layanan. Analisis data dilakukan melalui model interaktif Miles dan Huberman, dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya kerja berbasis mutu pelayanan di RSUD Sayang Cianjur masih bersifat parsial dan belum terinternalisasi secara menyeluruh dalam praktik keseharian tenaga kesehatan maupun tenaga administrasi. Tingkat kepuasan pasien berada pada kategori sedang, dengan keluhan yang dominan terkait aspek komunikasi, kecepatan layanan, dan sikap empati petugas. Kendala utama dalam penguatan budaya kerja meliputi lemahnya sistem evaluasi kinerja berbasis mutu, kurangnya pelatihan yang berorientasi pada nilai-nilai pelayanan prima, serta belum optimalnya kepemimpinan transformasional di tingkat manajerial. Strategi yang diusulkan mencakup penguatan nilai-nilai organisasi melalui program pelatihan dan pembinaan berkelanjutan, integrasi manajemen kinerja berbasis mutu, serta pengembangan sistem penghargaan dan sanksi yang mendukung perilaku kerja profesional dan berorientasi pada kepuasan pasien. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi budaya kerja menuju budaya mutu memerlukan pendekatan sistemik, dukungan kepemimpinan yang kuat, serta keterlibatan aktif seluruh komponen rumah sakit dalam membangun layanan kesehatan yang lebih humanis, efektif, dan memuaskan

Item Type: Article
Divisions: Pascasarjana > S3-Ilmu Manajemen 2026
Depositing User: Mr soeryana soeryana
Date Deposited: 31 Jan 2026 08:43
Last Modified: 31 Jan 2026 08:43
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/82150

Actions (login required)

View Item View Item