PENGARUH PENGAWASAN, EFEKTIVITAS PELATIHAN DAN SARANA FISIK TERHADAP KEPATUHAN PROTOKOL PADA KEJADIAN PLEBITIS DI RUMAH SAKIT (Survey Pada Perawat Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Subang)

SUSILAWATI (2026) PENGARUH PENGAWASAN, EFEKTIVITAS PELATIHAN DAN SARANA FISIK TERHADAP KEPATUHAN PROTOKOL PADA KEJADIAN PLEBITIS DI RUMAH SAKIT (Survey Pada Perawat Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Subang). Thesis(S2) thesis, UNIVERSITAS PASUNDAN.

[img]
Preview
Text
Artikel_Susilawati_NPM 228020045.pdf

Download (396kB) | Preview

Abstract

Kejadian plebitis merupakan salah satu bentuk health care associated infections (HAIs) yang masih menjadi masalah keselamatan pasien di rumah sakit. Tingginya angka plebitis menunjukkan bahwa kepatuhan tenaga kesehatan terhadap protokol pencegahan infeksi belum optimal, meskipun pelatihan telah diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengawasan, efektivitas pelatihan, dan sarana fisik terhadap kepatuhan protokol serta dampaknya pada kejadian plebitis di Rumah Sakit Umum Daerah Subang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif dan verifikatif. Populasi penelitian adalah perawat rawat inap RSUD Subang, dengan jumlah sampel sebanyak 81 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta dianalisis menggunakan analisis jalur (path analysis) untuk melihat pengaruh langsung dan tidak langsung antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan, efektivitas pelatihan, dan sarana fisik secara parsial maupun simultan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan protokol pencegahan plebitis. Kepatuhan protokol juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap kejadian plebitis. Namun demikian, temuan deskriptif menunjukkan bahwa meskipun efektivitas pelatihan berada pada kategori baik, aspek pengawasan berkelanjutan dan dukungan sarana fisik masih berada pada kategori cukup, yang berpotensi melemahkan konsistensi penerapan protokol di praktik klinik. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa upaya penurunan kejadian plebitis tidak dapat hanya mengandalkan pelatihan, tetapi memerlukan pengawasan yang sistematis dan berkesinambungan serta dukungan sarana fisik yang memadai. Integrasi ketiga faktor tersebut menjadi kunci dalam meningkatkan kepatuhan protokol dan keselamatan pasien di rumah sakit

Item Type: Thesis (Thesis(S2))
Divisions: Pascasarjana > S2-Manajemen 2025
Depositing User: Mr soeryana soeryana
Date Deposited: 06 Jan 2026 04:03
Last Modified: 06 Jan 2026 04:03
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/82027

Actions (login required)

View Item View Item