MULKILLAH, RIDHO DAWAM (2026) KEPEMIMPINAN VIKTOR ORBÁN DI HUNGARIA: DE-EUROPEANIZATION DAN PENGARUHNYA TERHADAP HUBUNGAN HUNGARIA-UNI EROPA. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
07_Abstrak_Abstract_Ringkesan_(Ridho_Dawam_Mulkillah-212030095).pdf Download (45kB) | Preview |
|
|
Text
08_Kata_Pengantar_(Ridho_Dawam_Mulkillah-212030095).pdf Download (44kB) | Preview |
|
|
Text
09_Daftar_Isi_(Ridho_Dawam_Mulkillah-212030095).pdf Download (48kB) | Preview |
|
|
Text
01_Cover_(Ridho_Dawam_Mulkillah-212030095).pdf Download (66kB) | Preview |
|
|
Text
14_BAB_II_Tinjauan_Pustaka_(Ridho_Dawam_Mulkillah-212030095).pdf Download (139kB) | Preview |
|
|
Text
18_Daftar_Pustaka_(Ridho_Dawam_Mulkillah-212030095).pdf Download (101kB) | Preview |
|
|
Text
13_BAB_I_Pendahuluan_(Ridho_Dawam_Mulkillah-212030095).pdf Download (373kB) | Preview |
|
|
Text
02_Lembar_Pengesahan_(Ridho_Dawam_Mulkillah-212030095) FIX.pdf Download (112kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini mengkaji kepemimpinan Viktor Orbán di Hungaria dan pengaruhnya terhadap hubungan Hungaria-Uni Eropa melalui kebijakan de- Europeanization pada periode 2010–2024. Sejak kembali berkuasa pada 2010, pemerintahan Orbán terlibat dalam konflik berkepanjangan dengan Uni Eropa (UE), mulai dari isu supremasi hukum dan migrasi hingga perang Rusia-Ukraina. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan studi dokumen, lalu dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña serta analisis isi kualitatif. Kerangka yang digunakan adalah teori kepemimpinan transformasional, Analisis Kebijakan Luar Negeri, konsep de-Europeanization, dan konsep mobilisasi publik. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan. Pertama, Orbán berubah dari aktivis liberal menjadi pemimpin nasionalis-konservatif dengan memanfaatkan kembali modal politik antikomunisnya. Kedua, kepemimpinannya memperlihatkan keempat dimensi kepemimpinan transformasional dalam bentuk pseudo- transformasional yang menggeser Hungaria menuju otoritarianisme kompetitif. Ketiga, kebijakan luar negeri Hungaria mengalami de-Europeanization pada tingkatan substantif, prosedural, dan strategis, antara lain melalui penolakan kuota pengungsi, perlawanan terhadap mekanisme rule of law, dan kebijakan Eastern Opening. Keempat, kebijakan tersebut meningkatkan ketegangan hubungan Hungaria-UE di bidang hukum, migrasi, tata kelola, dan identitas, sekaligus memperkuat legitimasi domestik Orbán. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hubungan Hungaria-UE pada masa Orbán berpola "konfrontasi dalam ketergantungan": konflik berlangsung terbuka, tetapi kedua pihak tetap terikat oleh ketergantungan ekonomi dan kelembagaan. Kata Kunci: Viktor Orbán, kepemimpinan transformasional, de-Europeanization, kebijakan luar negeri, hubungan Hungaria-Uni Eropa
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Administrasi Bisnis 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 09:26 |
| Last Modified: | 06 Oct 2026 09:26 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/85172 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
