Aida, Laila (2026) ANALISIS KOMUNIKASI ANTARPRIBADI PADA NOVEL BROKEN STRINGS KARYA AURELIE MOEREMANS. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
LEMBAR PERSETUJUAN - 222050254.pdf Download (277kB) | Preview |
|
|
Text
KATA PENGANTAR - 222050154.pdf Download (242kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR ISI - 222050154.pdf Download (270kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA - 222050154.pdf Download (225kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK - 222050154.pdf Download (270kB) | Preview |
|
|
Text
BAB II - 222050154.pdf Download (376kB) | Preview |
|
|
Text
Cover - 222050154.pdf Download (107kB) | Preview |
|
|
Text
BAB I - 222050154.pdf Download (268kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini mengkaji representasi komunikasi antarpribadi dalam novel Broken Strings (2025) karya Aurelie Moeremans. Latar belakang penelitian ini berpijak pada maraknya kasus kekerasan dalam hubungan pacaran yang melibatkan manipulasi psikologis dan ketimpangan kuasa terselubung dalam komunikasi sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk membedah bagaimana praktik kekuasaan diproduksi melalui teks, bagaimana kognisi sosial penulis memengaruhi narasi, serta bagaimana konteks sosial budaya masyarakat memperkuat relasi kuasa tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. van Dijk yang membedah tiga dimensi: struktur mikro (teks), kognisi sosial, dan konteks sosial (praktik sosial). Penelitian ini juga mengintegrasikan teori komunikasi antarpribadi dari Joseph A. DeVito. Data primer bersumber dari teks novel Broken Strings, sementara data sekunder diperoleh melalui wawancara mendalam bersama tujuh narasumber yang meliputi pakar linguistik, psikolog klinis, perwakilan BKKBN, praktisi pendidikan, kritikus sastra, dan penyintas kekerasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level struktur mikro, ditemukan penggunaan strategi disimulasi, kalimat imperatif, dan ancaman fatalistik sebagai instrumen untuk merampas otoritas komunikatif korban. Pada level kognisi sosial, wacana dalam novel dipengaruhi oleh memori traumatis penulis serta skema kognitif pelaku yang memanfaatkan kerentanan psikologis korban berupa fenomena father hunger. Pada level konteks sosial, ditemukan bahwa ideologi patriarki, hegemoni usia, dan penyalahgunaan simbol agama menjadi faktor pendukung langgengnya dominasi dalam hubungan pacaran berisiko. Simpulan penelitian menegaskan bahwa novel ini merupakan cermin relasi kuasa yang timpang, sekaligus representasi bentuk resistensi dan upaya pengambilan kembali kedaulatan diri (reclaiming power) oleh penyintas terhadap hegemoni kekuasaan yang manipulatif. Kata Kunci: Analisis Wacana Kritis, Broken Strings, Komunikasi Antarpribadi, Relasi Kuasa, Teun A. van Dijk.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 04:31 |
| Last Modified: | 06 Oct 2026 04:31 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/85139 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
