Apriansah, Aril (2026) STRATEGI KOMUNIKASI PERSUASIF @MUSEUMPOSINDONESIA MELALUI PLATFORM INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA DIGITAL. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
DAFTAR ISI - ARIL APRIANSAH - 222050299.pdf Download (624kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA - ARIL APRIANSAH - 222050299.pdf Download (315kB) | Preview |
|
|
Text
KATA PENGANTAR - ARIL APRIANSAH - 222050299.pdf Download (287kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK - ARIL APRIANSAH - 222050299.pdf Download (367kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 1 - ARIL APRIANSAH - 222050299.pdf Download (448kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 2 - ARIL APRIANSAH - 222050299.pdf Download (639kB) | Preview |
|
|
Text
COVER - ARIL APRIANSAH - 222050299.pdf Download (198kB) | Preview |
|
|
Text
LEMBAR PENGESAHAN - ARIL APRIANSAH - 222050299.pdf Download (117kB) | Preview |
Abstract
Penelitian yang berjudul "Strategi Komunikasi Persuasif @museumposindonesia Melalui Platform Instagram Sebagai Media Digital" dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi komunikasi digital dan pesatnya pemanfaatan media sosial Instagram di kalangan generasi muda produktif. Perubahan ini mendorong museum untuk bertransformasi dari ruang fisik menjadi institusi digital dalam menyampaikan informasi sejarah, membangun citra, serta mengoptimalkan keterlibatan publik yang masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai strategi komunikasi persuasif yang dilakukan oleh akun Instagram @museumposindonesia melalui konstruksi pesan Central Route (Jalur Sentral) dan Peripheral Route (Jalur Periferal) dalam kerangka Elaboration Likelihood Model (ELM). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan paradigma konstruktivisme. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengelola media sosial Museum Pos Indonesia (informan inti), dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pasundan (informan ahli), serta pengikut akun Instagram @museumposindonesia (informan pendukung). Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi pesan melalui jalur sentral (central route) dibangun secara informatif, edukatif, dan argumentatif melalui penyampaian narasi sejarah, riset literatur, pembahasan koleksi (seperti segmen Thursday Collection), serta penggunaan caption sebagai pengjelas detail. Sementara itu, jalur periferal (peripheral route) diterapkan melalui penggunaan elemen estetika visual (thumbnail, konsistensi tema warna khas Pos Indonesia), pemilihan musik/audio yang selaras atau tren, pemanfaatan format populer (seperti parodi dan reels), serta kolaborasi dengan pihak eksternal/komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan teori ELM pada akun @museumposindonesia berhasil menunjukkan adanya sinergi yang saling melengkapi antara jalur sentral dan jalur periferal. Daya tarik periferal berfungsi sebagai stimulus awal untuk menarik perhatian khalayak di ruang digital, sementara kualitas pesan pada jalur sentral memberikan pemahaman mendalam dan substansial. Sinergi kedua jalur ini terbukti mampu membentuk persepsi positif, meningkatkan pengetahuan wawasan sejarah, serta mendorong minat berkunjung audiens ke Museum Pos Indonesia secara langsung. Kata kunci : Strategi Komunikasi Persuasif, Instagram, Media Digital, Museum Pos Indonesia, Elaboration Likelihood Model (ELM).
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 05 Oct 2026 04:44 |
| Last Modified: | 05 Oct 2026 07:54 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/85085 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
