Fadhilah, Muhamad Rizal (2026) REKONSTRUKSI CITRA ORGANISASI EXALT TO CREATIVITY (XTC) CIWASTRA DALAM MENGHADAPI STIGMA NEGATIF MASYARAKAT CIWASTRA. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
2. LEMBAR PERSETUJUAN.pdf Download (55kB) | Preview |
|
|
Text
3. ABSTRAK 3 BAHASA.pdf Download (57kB) | Preview |
|
|
Text
1. COVER.pdf Download (26kB) | Preview |
|
|
Text
4. BAB I.pdf Download (202kB) | Preview |
|
|
Text
5. BAB II.pdf Download (205kB) | Preview |
|
|
Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (48kB) | Preview |
|
|
Text
10. KATA PENGANTAR IJAL.pdf Download (140kB) | Preview |
|
|
Text
12. DAFTAR ISI.pdf Download (68kB) | Preview |
Abstract
Citra organisasi merupakan representasi identitas yang terbentuk melalui proses komunikasi dan interaksi sosial antara organisasi dengan masyarakat. Citra tersebut dapat mengalami perubahan akibat konstruksi sosial yang berkembang, termasuk munculnya stigma negatif yang memengaruhi legitimasi dan kepercayaan publik terhadap organisasi. Exalt To Creativity (XTC) Ciwastra merupakan organisasi kepemudaan yang pernah memperoleh stigma sebagai kelompok yang identik dengan konflik dan perilaku menyimpang. Kondisi tersebut mendorong organisasi melakukan rekonstruksi citra melalui strategi komunikasi yang lebih adaptif, partisipatif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses rekonstruksi citra organisasi Exalt To Creativity (XTC) Ciwastra dalam menghadapi stigma negatif masyarakat Ciwastra berdasarkan perspektif Face Negotiation Theory Stella Ting-Toomey. Penelitian ini menggunakan paradigma post-positivisme dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi kepustakaan terhadap satu informan ahli serta empat informan utama yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi citra organisasi berlangsung melalui lima dimensi Face Negotiation Theory, yaitu Face Concern, Facework, Conflict Style, Cultural Orientation, dan Identity Negotiation, yang diwujudkan melalui peningkatan kepedulian terhadap persepsi masyarakat, penerapan strategi komunikasi berbasis kegiatan sosial dan kolaborasi, perubahan pola penyelesaian konflik menuju dialog dan kerja sama, internalisasi nilai-nilai budaya Sunda, serta pembentukan identitas organisasi yang lebih inklusif, produktif, dan berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rekonstruksi citra organisasi merupakan proses komunikasi yang berkelanjutan yang dibangun melalui konsistensi perilaku, adaptasi terhadap budaya lokal, pengelolaan konflik yang konstruktif, dan aksi sosial yang mampu membangun kembali legitimasi serta kepercayaan masyarakat. Temuan penelitian ini juga menunjukkan bahwa Face Negotiation Theory memiliki kontribusi konseptual dalam menjelaskan proses rekonstruksi citra organisasi kepemudaan yang menghadapi stigma sosial. Kata Kunci: Face Negotiation Theory, Komunikasi Organisasi, Rekonstruksi Citra Organisasi, Stigma Negatif Masyarakat, XTC Ciwastra.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 10 Aug 2026 01:51 |
| Last Modified: | 10 Aug 2026 01:51 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84477 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
