DIPLOMASI BUDAYA INDONESIA MELALUI PENYELENGGARAAN WORLD SURF LEAGUE (WSL) DI KRUI LAMPUNG PASCA PANDEMI

Fernanda, Hardi (2026) DIPLOMASI BUDAYA INDONESIA MELALUI PENYELENGGARAAN WORLD SURF LEAGUE (WSL) DI KRUI LAMPUNG PASCA PANDEMI. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.

[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (318kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak 3 bahasa.pdf

Download (161kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Kata Pengantar.pdf

Download (131kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (156kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Halaman Persetujuan.pdf

Download (71kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (268kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (208kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (212kB) | Preview

Abstract

Dalam lanskap hubungan internasional kontemporer, arena olahraga global tidak lagi sekadar menjadi panggung kompetisi fisik murni, melainkan telah bertransformasi menjadi instrumen strategis yang melahirkan daya tancap pengaruh soft power tanpa paksaan. Penelitian ini membongkar dinamika hibrida tersebut dengan menganalisis secara mendalam bagaimana perhelatan selancar internasional World Surf League (WSL) Krui Pro dimanfaatkan secara taktis sebagai jangkar diplomasi budaya Indonesia dalam memulihkan citra pariwisata nasional sekaligus memperkuat nation branding pasca-pandemi Covid-19. Riset ini digarap menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif-analitis, di mana data sekunder yang kaya disintesis bersama hasil wawancara mendalam dari pemangku kepentingan kunci. Pisau analisis yang digunakan mengintegrasikan jalinan teoretis antara konsep Cultural Diplomacy, Sport Diplomacy, Sport Tourism, dan Nation Branding. Hasil riset membuktikan bahwa WSL Krui Pro periode 2022–2025 sukses memproyeksikan keunikan identitas budaya lokal Lampung ke panggung dunia melalui ornamen adat seperti kain Tapis dan Selendang Miwang. Efektivitas penjenamaan nasional ini terukur secara empiris lewat lonjakan impresi media digital yang menembus 4,5 juta jangkauan global serta stabilitas kunjungan wisatawan mancanegara di angka 26.400 pelancong per tahun. Pada akhirnya, studi ini menyimpulkan bahwa keberhasilan diplomasi non- konvensional ini digerakkan oleh pola tata kelola jaringan (network governance) yang sinergis antara instansi negara, liga transnasional WSL, dan komunitas lokal yang secara simultan memicu dampak pengganda (multiplier effect) bagi kemandirian ekonomi masyarakat pesisir. Kata Kunci: Diplomasi Budaya, World Surf League, Sport Tourism, Nation Branding, Soft Power

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026
Depositing User: S.Si Mochamad Yogi
Date Deposited: 06 Aug 2026 07:29
Last Modified: 06 Aug 2026 07:29
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84415

Actions (login required)

View Item View Item