ANALISIS KEBIJAKAN NON-ALIGNMENT INDONESIA DALAM MENJAGA PERTAHANAN INDONESIA TERHADAP DINAMIKA KEAMANAN ASIA TENGGARA DITINJAU DENGAN BALANCE OF THREAT

Susana, Rico Herlambang (2026) ANALISIS KEBIJAKAN NON-ALIGNMENT INDONESIA DALAM MENJAGA PERTAHANAN INDONESIA TERHADAP DINAMIKA KEAMANAN ASIA TENGGARA DITINJAU DENGAN BALANCE OF THREAT. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.

[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (204kB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (238kB) | Preview
[img]
Preview
Text
KATA PENGANTAR.pdf

Download (180kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Lembar pengesahan.pdf

Download (89kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (315kB) | Preview
[img]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (238kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (403kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (298kB) | Preview

Abstract

Dinamika Keamanan di kawasan Asia Tenggara mengalami perubahan yang semakin kompleks seiring meningkatnya rivalitas strategis antara Amerika Serikat dan Republik Rakyat Tiongkok. Kondisi tersebut memunculkan berbagai ancaman tradisional, seperti modernisasi militer, sengketa Laut China Selatan, serta meningkatnya persaingan geopolitik yang secara langsung memengaruhi lingkungan strategis Indonesia. Di tengah situasi tersebut, Indonesia tetap mempertahankan kebijakan non-alignment sebagai implementasi politik luar negeri bebas aktif dan tidak bergabung dalam aliansi militer mana pun. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods. Analisis kualitatif dilakukan melalui studi kepustakaan terhadap dokumen kebijakan pertahanan, literatur akademik, dan berbagai sumber resmi mengenai dinamika keamanan Asia Tenggara. Sementara itu, analisis kuantitatif menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk mengoperasionalkan empat variabel dalam teori Balance of Threat Stephen M. Walt, yaitu aggregate power, geographic proximity, offensive capability, dan aggressive intentions, sehingga menghasilkan prioritas tingkat ancaman yang lebih terukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi ancaman Indonesia tidak dipengaruhi hanya oleh kekuatan material negara, tetapi juga oleh kombinasi dari kemampuan ofensif, lokasi geografis, dan pandangan tentang niat agresif dari pihak lain. Kompleksitas keamanan kawasan telah meningkat sebagai akibat dari konflik antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Namun, Indonesia memilih untuk mempertahankan kebijakan non-alignment dengan memanfaatkan soft balancing, meningkatkan kemampuan pertahanan nasional, diplomasi pertahanan, dan kerja sama multilateral melalui ASEAN. Metode ini dianggap mampu mempertahankan otonomi strategis Indonesia sekaligus mencegah negara tersebut bergabung dengan salah satu blok kekuatan besar. Dengan menggabungkan teori Balance of Threat dengan metode Analytic Hierarchy Process (AHP), penelitian ini menghasilkan metode yang lebih empiris untuk mengukur persepsi ancaman. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk penelitian keamanan internasional dan membantu dalam membuat kebijakan pertahanan Indonesia mengingat perubahan keamanan di kawasan Indo-Pasifik. Kata Kunci: Non-Alignment. Balance of Threat, Analythic Hierarchy Process, Pertahanan Indonesia, Dinamika Keamanan Asia Tenggara, Soft Balancing.

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026
Depositing User: S.Si Mochamad Yogi
Date Deposited: 31 Jul 2026 08:36
Last Modified: 31 Jul 2026 08:36
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84299

Actions (login required)

View Item View Item