Naufal, Mochamad Rayhandhra (2026) CONFUCIUS INSTITUTE SEBAGAI INSTRUMEN SOFT POWER TIONGKOK DI INDONESIA. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
KATA PENGANTAR Skripsi Mochamad Rayhandhra Naufal_222030101 -9-12.pdf Download (65kB) | Preview |
|
|
Text
LEMBAR PENGESAHAN TTD Skripsi Mochamad Rayhandhra Naufal_222030101-3.pdf Download (158kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK Skripsi Mochamad Rayhandhra Naufal_222030101 -6-8.pdf Download (142kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR ISI Skripsi Mochamad Rayhandhra Naufal_222030101 -15-17.pdf Download (107kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA Skripsi Mochamad Rayhandhra Naufal_222030101 -73-78.pdf Download (89kB) | Preview |
|
|
Text
COVER Skripsi Mochamad Rayhandhra Naufal_222030101 -1.pdf Download (34kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 1_MOCHAMMAD RAYHANDHRA NAUFAL.pdf Download (400kB) | Preview |
|
|
Text
BAB II Skripsi Mochamad Rayhandhra Naufal_222030101 -44-57 (1).pdf Download (193kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan kebudayaan Tiongkok dan Confucius Institute di Indonesia, kebijakan pemerintah Tiongkok terkait pengembangan kebudayaan di Indonesia, serta implementasi program Confucius Institute di perguruan tinggi Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin meningkatnya hubungan Indonesia–Tiongkok yang tidak hanya berlangsung dalam bidang ekonomi dan politik, tetapi juga berkembang dalam bidang pendidikan dan kebudayaan. Dalam konteks tersebut, Confucius Institute hadir sebagai lembaga yang berperan dalam pengajaran bahasa Mandarin serta pengenalan budaya Tiongkok kepada masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunakan konsep soft power yang dikemukakan oleh Joseph S. Nye sebagai landasan teoritis untuk memahami bagaimana budaya dan pendidikan dimanfaatkan sebagai sumber daya dalam membangun daya tarik suatu negara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, studi dokumentasi, dan studi pustaka. Informan dalam penelitian ini terdiri atas Koordinator Program Confucius Institute Universitas Kristen Maranatha, pengajar bahasa Mandarin, serta mahasiswa peserta program Confucius Institute. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan teknik triangulasi untuk menguji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kebudayaan Tiongkok di Indonesia merupakan bagian dari proses historis yang panjang, mulai dari hubungan perdagangan maritim, migrasi masyarakat Tionghoa, normalisasi hubungan diplomatik Indonesia–Tiongkok pada tahun 1990, hingga semakin terbukanya ruang ekspresi budaya pasca Reformasi 1998. Dalam perkembangan tersebut, pemerintah Tiongkok memanfaatkan pendidikan dan budaya sebagai bagian dari kebijakannya untuk memperkuat hubungan dengan Indonesia. Implementasi program Confucius Institute dilakukan melalui pembelajaran bahasa Mandarin, kegiatan kebudayaan, seminar akademik, pertukaran pendidikan, serta penyediaan berbagai fasilitas pendukung pembelajaran. Kata kunci: Soft Power, Confucius Institute, Tiongkok, Kebudayaan Tiongkok, Pendidikan, Indonesia.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 14 Jul 2026 08:05 |
| Last Modified: | 14 Jul 2026 08:05 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84096 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
