Maulana, Zidan Raulian (2026) PENYELENGGARAAN PIALA DUNIA SEPAKBOLA FIFA U-17 TAHUN 2023 SEBAGAI ALAT DIPLOMASI OLAHRAGA INDONESIA GUNA MEMPERBAIKI CITRA POSITIF NEGARA DI MATA GLOBAL. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
Daftar Isi .pdf Download (328kB) | Preview |
|
|
Text
Cover .pdf Download (179kB) | Preview |
|
|
Text
Daftar Pustaka .pdf Download (197kB) | Preview |
|
|
Text
Kata Pengantar .pdf Download (214kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 1 .pdf Download (480kB) | Preview |
|
|
Text
LEMBAR PENGESAHAN DAN PENGAJUAN.pdf Download (307kB) | Preview |
|
|
Text
Abstrak .pdf Download (310kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 2 .pdf Download (393kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini menganalisis diplomasi olahraga Indonesia melalui penyelenggaraan Piala Dunia Sepakbola FIFA U-17 Tahun 2023, yang diselenggarakan dalam situasi krisis kepercayaan global akibat Tragedi Kanjuruhan dan pembatalan status tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 oleh FIFA. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis strategi diplomasi olahraga yang diterapkan Indonesia; (2) mendeskripsikan dampaknya terhadap pemulihan citra Indonesia di bidang olahraga; dan (3) mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis dokumen dan studi kepustakaan, penelitian ini mengintegrasikan empat kerangka teoritis: Sport Diplomacy (Murray & Pigman, 2014), Soft Power (Nye, 2004), Nation Branding (Anholt, 2007), dan Image Repair (Benoit, 1995). Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi diplomasi olahraga Indonesia bersifat multidimensional dan terintegrasi, mencakup dimensi Sport-as-Instrument melalui strategi terencana pemerintah dan PSSI, serta dimensi Sport-as-Diplomacy melalui interaksi alami dan diplomasi publik selama turnamen. Penyelenggaraan Piala Dunia U-17 2023 memberikan dampak signifikan terhadap pemulihan citra internasional Indonesia, penguatan hubungan diplomatik dengan 24 negara peserta, dan promosi nation branding sebagai negara yang aman, kapabel, ramah, dan toleran. Faktor pendukung utama meliputi dukungan penuh pemerintah, antusiasme publik, peran aktif PSSI, dan pengalaman penyelenggaraan even internasional sebelumnya. Faktor penghambat mencakup waktu persiapan yang sangat singkat, bayang-bayang krisis reputasi, kontroversi politik, keterbatasan infrastruktur, dan tantangan koordinasi multi-aktor. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan Indonesia dalam menyelenggarakan turnamen di tengah tekanan waktu ekstrem dan situasi krisis reputasi membuktikan efektivitas sport diplomacy sebagai instrumen pemulihan citra pasca-krisis, dengan resiliensi diplomatik dan sinergi antar-aktor sebagai kunci utama keberhasilan. Kata Kunci: Diplomasi Olahraga, Soft Power, Nation Branding, Image Repair, Indonesia.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 14 Jul 2026 06:12 |
| Last Modified: | 14 Jul 2026 06:12 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84073 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
