Nursifa, Citra (2026) SELF-DISCLOSURE NCTZEN PADA AKUN FANBASE NCT DREAM DI TWITTER (X). Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
10. LAMPIRAN-LAMPIRAN.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
3. ABSTRAK 3 BAHASA.pdf Download (39kB) | Preview |
|
|
Text
LEMBAR PERSETUJUAN CITRA.pdf Download (142kB) | Preview |
|
|
Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (167kB) | Preview |
|
|
Text
12. DAFTAR ISI.pdf Download (129kB) | Preview |
|
|
Text
4. BAB I.pdf Download (257kB) | Preview |
|
|
Text
5. BAB II.pdf Download (445kB) | Preview |
|
|
Text
1. COVER.pdf Download (21kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik self-disclosure NCTzen pada akun fanbase NCT Dream di media sosial Twitter (X), dengan menitikberatkan pada bentuk, kedalaman (depth), keluasan (breadth), peran fanbase, serta pola keterbukaan diri yang terbentuk dalam interaksi fandom digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme, di mana data diperoleh melalui observasi konten publik (tweet, reply, quote, dan thread) serta wawancara mendalam dengan informan yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan secara tematik dengan mengacu pada Social Penetration Theory dan Computer Mediated Communication (CMC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-disclosure NCTzen muncul dalam lima bentuk utama, yaitu curahan emosi, pengalaman keseharian, pengungkapan tidak langsung melalui bahasa khas fandom, menfess anonim, dan narasi thread, dengan bentuk tidak langsung sebagai yang paling dominan. Tingkat kedalaman self-disclosure umumnya berada pada level permukaan hingga menengah, dipengaruhi oleh anonimitas, respons komunitas, dan kesadaran akan sifat publik platform. Dari segi keluasan, topik yang diungkapkan sangat beragam, mencakup aspek personal di luar fandom seperti akademik, pekerjaan, relasi sosial, hingga kesehatan mental. Akun fanbase berperan sebagai mediator aktif yang tidak hanya menyebarkan informasi, tetapi juga membentuk norma komunitas, memicu keterbukaan, dan menghubungkan antar penggemar. Selain itu, ditemukan lima pola self-disclosure, yaitu progresif, resiprokal, selektif, kontekstual, dan dual-space. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik self-disclosure dalam fandom digital merupakan proses strategis yang dipengaruhi oleh dinamika sosial, budaya komunitas, dan karakteristik media digital. Kata Kunci: self-disclosure, NCTzen, fanbase, Twitter (X)
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 13 Jul 2026 06:21 |
| Last Modified: | 13 Jul 2026 06:21 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84024 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
