TRANSISI PREFERENSI PERDAGANGAN UNI EROPA PASCA- GRADUASI LEAST DEVELOPED COUNTRIES: STUDI KASUS EKSPOR GARMEN BANGLADESH

Nolesta, Syifa (2026) TRANSISI PREFERENSI PERDAGANGAN UNI EROPA PASCA- GRADUASI LEAST DEVELOPED COUNTRIES: STUDI KASUS EKSPOR GARMEN BANGLADESH. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK 3 BAHASA.pdf

Download (258kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI SKRIPSI.pdf

Download (165kB) | Preview
[img]
Preview
Text
LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI.pdf

Download (240kB) | Preview
[img]
Preview
Text
KATA PENGANTAR SKRIPSI.pdf

Download (206kB) | Preview
[img]
Preview
Text
COVER SKRIPSI.pdf

Download (172kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB 2 SKRIPSI.pdf

Download (290kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB 1 SKRIPSI .pdf

Download (368kB) | Preview

Abstract

Bangladesh dijadwalkan lulus dari status Least Developed Countries (LDC) pada 2026, sebuah pencapaian pembangunan yang secara paradoksal justru mengekspos kedalaman ketergantungan strukturalnya terhadap pasar Uni Eropa. Graduasi ini mengakhiri akses istimewa melalui skema Everything But Arms (EBA) dan memaksa peralihan ke skema Generalised Scheme of Preferences Plus (GSP+) yang lebih ketat. Transisi ini mendesak karena sektor garmen menyumbang lebih dari delapan puluh persen ekspor Bangladesh dan menghidupi jutaan pekerja, terutama perempuan, sementara pasar Eropa menyerap porsi terbesarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada periode 2021 hingga 2025. Data dikumpulkan melalui documentary research dan dianalisis melalui documentary analysis berbasis reduksi data. Secara teoretis, penelitian ini memadukan Teori Ketergantungan yang bernaung di bawah payung Ekonomi Politik Internasional sebagai lensa struktural-kritis, konsep Global Supply Chain untuk menunjukkan di mana kerentanan berakar dalam struktur produksi, dan konsep Preference Erosion sebagai alat analisis teknis- operasional untuk mengukur tergerusnya daya saing ekspor Bangladesh. Pembahasan menunjukkan bahwa erosi preferensi bekerja melalui empat mekanisme yang saling memperkuat, yaitu hilangnya preference margin sebesar dua belas persen, pengetatan Rules of Origin menjadi double-stage transformation, ancaman trade diversion ke Vietnam dan India, serta conditionality erosion. Keempatnya bertumpu pada ketergantungan struktural yang tercermin dari konsentrasi ekspor ekstrem dengan skor Herfindahl- Hirschman Index 0,88 dan posisi Bangladesh yang terkunci di segmen Cut, Make, and Trim bernilai tambah rendah, sehingga daya saingnya telah tererosi bahkan sebelum EBA resmi berakhir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerentanan Bangladesh bukanlah persoalan tarif semata, melainkan kerentanan struktural berlapis yang berakar pada relasi kuasa timpang antara pusat dan periferi serta posisi rantai pasok yang subordinat. Graduasi LDC, alih-alih menjadi penanda kemandirian, justru paling mengekspos kedalaman ketergantungan yang terbentuk selama empat dekade, sementara ruang kebijakan yang tersisa sangat terbatas dalam horizon waktu transisi. Kata kunci: graduasi LDC, preference erosion, Teori Ketergantungan, ekspor garmen Bangladesh, Uni Eropa

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026
Depositing User: S.Si Mochamad Yogi
Date Deposited: 10 Jul 2026 07:39
Last Modified: 10 Jul 2026 07:39
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83983

Actions (login required)

View Item View Item