Rahim, Resti Insani (2026) KOMUNIKASI INTERPERSONAL PASANGAN SUAMI ISTRI GENERASI Z DALAM PROSES PERCERAIAN DI KOTA CIMAHI. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
KATA PENGANTAR.pdf Download (226kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK 3 BAHASA.pdf Download (259kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (265kB) | Preview |
|
|
Text
3225a57b-5333-4379-a4c6-b8998ff1d29b.pdf Download (22kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (165kB) | Preview |
|
|
Text
COVER.pdf Download (124kB) | Preview |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (260kB) | Preview |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (363kB) | Preview |
Abstract
Perceraian pada pasangan suami istri Generasi Z menjadi fenomena sosial yang semakin menarik untuk dikaji seiring dengan meningkatnya angka perceraian pada usia pernikahan yang relatif muda. Dalam proses perceraian, interaksi komunikasi interpersonal memegang peranan penting karena dapat memengaruhi dinamika hubungan, penyelesaian konflik, serta pengambilan keputusan antara pasangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan interaksi komunikasi interpersonal pasangan suami istri Generasi Z dalam proses perceraian di Kota Cimahi, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi komunikasi tersebut, serta menganalisis hambatan yang muncul selama proses perceraian berlangsung. Dalam konteks ini, komunikasi interpersonal tidak hanya berkaitan dengan penyampaian pesan secara verbal, tetapi juga mencakup aspek keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif, dan kesetaraan dalam interaksi pasangan. Permasalahan komunikasi yang terjadi pada pasangan Generasi Z cukup beragam, mulai dari rendahnya kualitas komunikasi tatap muka, dominasi penggunaan media digital, perbedaan ekspektasi dalam pernikahan, hingga ketidakmampuan mengelola konflik secara konstruktif. Dampak dari kondisi tersebut dapat memengaruhi keberlangsungan hubungan dan mempercepat terjadinya perceraian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian terdiri atas pasangan suami istri Generasi Z yang sedang atau telah menjalani proses perceraian, akademisi, praktisi, dan informan pendukung lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi komunikasi interpersonal yang dominan cenderung bersifat tertutup, reaktif, dan kurang efektif dalam menyelesaikan konflik, dengan hambatan utama berupa rendahnya keterbukaan dan pengelolaan emosi, namun terdapat upaya perbaikan melalui mediasi, komunikasi yang lebih asertif, dan dukungan dari lingkungan sosial. Kata Kunci: Empati, Generasi Z, Komunikasi Interpersonal, Perceraian, Interaksi Komunikasi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 10 Jul 2026 01:44 |
| Last Modified: | 10 Jul 2026 01:44 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83970 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
