Nurhalipah, Siti (2026) Komunikasi Intrapersonal pada Individu dengan Perilaku Self- Harm di kalangan Generasi Z (A Phenomenological Study of Intrapersonal Communication of Generation Z Who Experience Self-Harm in Bandung City). Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
lembar persetujuan.pdf Download (159kB) | Preview |
|
|
Text
daftar isi.pdf Download (90kB) | Preview |
|
|
Text
kata pengantar.pdf Download (116kB) | Preview |
|
|
Text
daftar pustaka.pdf Download (238kB) | Preview |
|
|
Text
abstrak.pdf Download (127kB) | Preview |
|
|
Text
bab 1 .pdf Download (377kB) | Preview |
|
|
Text
cover .pdf Download (23kB) | Preview |
|
|
Text
bab 2 .pdf Download (358kB) | Preview |
Abstract
Self-harm merupakan fenomena yang semakin mendapatkan perhatian di kalangan Generasi Z, khususnya berkaitan dengan pengalaman emosional dan kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk memahami komunikasi intrapersonal pada individu dengan perilaku self-harm di kalangan Generasi Z di Kota Bandung melalui pendekatan fenomenologi. Fokus penelitian ini diarahkan pada pemahaman mengenai motif, tindakan, dan makna pengalaman self-harm yang dimaknai melalui proses komunikasi intrapersonal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Subjek penelitian terdiri dari individu Generasi Z yang memiliki pengalaman self-harm serta satu orang psikolog sebagai informan pendukung. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif yang melatarbelakangi perilaku self- harm pada Generasi Z dipengaruhi oleh tekanan emosional, konflik keluarga, trauma, hubungan yang tidak sehat, rasa kesepian, serta tidak adanya ruang aman untuk mengekspresikan emosi. Dalam proses komunikasi intrapersonal, individu mengalami self-talk negatif, overthinking, perasaan tidak berharga, serta ketidakstabilan emosi yang mendorong munculnya perilaku self-harm sebagai bentuk pelampiasan emosi. Tindakan self-harm dipahami sebagai respons terhadap tekanan emosional untuk memperoleh ketenangan sementara, mengalihkan rasa sakit emosional ke rasa sakit fisik, serta mengekspresikan emosi yang tidak mampu disampaikan secara verbal. Selain itu, makna pengalaman self- harm bagi informan dimaknai sebagai pengalaman hidup yang menyakitkan namun menjadi proses refleksi diri, pembelajaran emosional, self-love, dan pendewasaan diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa self-harm pada Generasi Z tidak hanya dipahami sebagai tindakan menyakiti diri secara fisik, tetapi juga sebagai bentuk komunikasi emosional yang dibentuk melalui proses komunikasi intrapersonal dan pengalaman hidup subjektif individu. Oleh karena itu, pemahaman mengenai komunikasi intrapersonal menjadi penting dalam memahami pengalaman emosional Generasi Z yang memiliki pengalaman self-harm. Kata Kunci: Komunikasi Intrapersonal, Self-Harm, Generasi Z, Fenomenologi, Alfred Schutz.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 09 Jul 2026 01:32 |
| Last Modified: | 09 Jul 2026 01:32 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83958 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
