Aisyah Nur Syabani, Aisyah Nur (2026) PENGELOLAAN BATASAN PRIVASI KOMUNIKASI PENDERITA BIPOLAR DALAM MENGHADAPI STIGMA SOSIAL DI KOTA BANDUNG. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (208kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (198kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (196kB) | Preview |
|
|
Text
KATA PENGANTAR.pdf Download (148kB) | Preview |
|
|
Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf Download (117kB) | Preview |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (382kB) | Preview |
|
|
Text
COVER.pdf Download (74kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (208kB) | Preview |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (478kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini berjudul “Pengelolaan Batasan Privasi Komunikasi Penderita Bipolar dalam Menghadapi Stigma Sosial di Kota Bandung” yang menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan paradigma konstruktivisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses komunikasi yang dilakukan oleh para penderita bipolar di Kota Bandung, dengan indikator-indikator dalam teori Commmunication Privacy Management oleh Sandra Petronio, yaitu informasi privat, batasan privat, kontrol dan kepemilikan, manajemen privasi, dan dialektika manajemen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, studi kepustakaan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para penderita memaknai gangguan bipolarnya sebagai informasi privat yang mereka miliki. Batasan privat yang diterapkan pun berbeda- beda, bergantung pada kedekatan emosional, empati, dan pemahaman lawan bicara mengenai isu kesehatan mental. Penderita memiliki dinding privasi yang berlapis antara teman, pasangan, dan keluarganya. Kontrol dan kepemilikan perlu dilakukan agar penderita tetap berada di batas wajar. Dari kedua pihak (penderita dan co- owner) harus terdapat kesepakatan agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Manajemen privasi yang diterapkan oleh para penderta juga berbeda-beda. Namun, secara keseluruhan perlu adanya komitmen dari co-owner untuk ikut menjaga rahasia dan meminimalisir turbulensi yang akan terjadi. Para penderita menyadari bahwa dilema komunikasi akan selalu berdampingan dengan kehidupan sosialnya. Maka dari itu, mereka perlu berada di titik keseimbangan. Saran dari psikolog klinis adalah dengan komunikasi asertif, di mana penderita dapat menyampaikan kondisinya tanpa menyakiti hati dan perasaan lawan bicara. Kata Kunci: Gangguan Bipolar, Proses Komunikasi, Stigma Sosial
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 07:44 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 07:45 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83695 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
