CERELIA, AURA DWI C (2026) PERAN UNESCO DALAM MELINDUNGI SITUS WARISAN DUNIA MELALUI PERLINDUNGAN TERUMBU KARANG DI GREAT BARRIER REEF AUSTRALIA. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
COVER.pdf Download (159kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK 3 BAHASA.pdf Download (343kB) | Preview |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (722kB) | Preview |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (614kB) | Preview |
|
|
Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf Download (153kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (345kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (311kB) | Preview |
|
|
Text
KATA PENGANTAR.pdf Download (323kB) | Preview |
Abstract
Terumbu karang merupakan ekosistem laut yang memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat pesisir. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, ekosistem ini menghadapi ancaman serius akibat perubahan iklim global, terutama peningkatan suhu permukaan laut yang memicu pemutihan karang (coral bleaching) secara massal. Salah satu kasus yang paling mendapat perhatian internasional adalah Great Barrier Reef di Australia, sistem terumbu karang terbesar di dunia yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1981. Dalam satu dekade terakhir, kawasan ini mengalami lima peristiwa pemutihan massal, kehilangan tutupan karang hingga lebih dari 30%, serta tekanan berlapis dari polusi nutrien, sedimentasi, dan aktivitas manusia yang tidak terkendali, sehingga kerusakannya tidak hanya mengancam ekosistem laut global, tetapi juga berdampak pada dimensi ekonomi, sosial, dan keamanan lingkungan masyarakat yang bergantung padanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran UNESCO dalam upaya perlindungan Great Barrier Reef sebagai Situs Warisan Dunia yang memiliki Outstanding Universal Value (OUV), mengkaji mekanisme tata kelola yang digunakan UNESCO dalam merespons ancaman perubahan iklim terhadap kawasan tersebut, serta menilai sejauh mana efektivitas peran UNESCO dalam mendorong komitmen pemerintah Australia untuk menjaga keberlanjutan ekosistem terumbu karang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi literatur yang mencakup jurnal ilmiah, laporan resmi UNESCO, dokumen kebijakan pemerintah Australia, serta publikasi lembaga konservasi internasional. Analisis dilakukan menggunakan kerangka teori Role Theory, Global Governance, International Organization, Environmental Security, dan Non-Diffusion guna menjelaskan dinamika interaksi antara UNESCO sebagai aktor normatif internasional dan Australia sebagai negara pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan langsung kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UNESCO berperan secara signifikan melalui mekanisme pemantauan berkala, rekomendasi kebijakan, dan tekanan reputasional berupa potensi penetapan status World Heritage in Danger. Namun, efektivitasnya terbatas karena implementasi di tingkat nasional masih terhambat oleh konflik kepentingan ekonomi domestik, kompleksitas tata kelola multi-level, dan fenomena non-diffusion norma internasional. Oleh karena itu, perlindungan Great Barrier Reef yang efektif memerlukan sinergi yang lebih kuat antara aktor internasional dan nasional, didukung oleh integrasi kebijakan iklim yang konsisten serta partisipasi publik yang berkelanjutan. Kata Kunci: UNESCO, Great Barrier Reef, terumbu karang, warisan dunia, tata kelola global, perubahan iklim.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026 |
| Depositing User: | Mr Iwan Ridwan Iwan |
| Date Deposited: | 08 May 2026 08:42 |
| Last Modified: | 08 May 2026 08:42 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83131 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
