Sagala, Putri Maharani (2026) KOMUNIKASI INTRAPERSONAL MELALUI BENTUK LOVE LANGUAGE (Studi Deskriptif Kualitatif Self love Praktik ‘Me time’ di Kalangan Urban Bandung). Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
COVER .pdf Download (74kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR ISI .pdf Download (36kB) | Preview |
|
|
Text
LEMBAR PERSETUJUAN .pdf Download (64kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA .pdf Download (173kB) | Preview |
|
|
Text
KATA PENGANTAR .pdf Download (124kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (165kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (223kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (153kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini berjudul “Komunikasi Intrapersonal Melalui Bentuk Love Language (Studi Deskriptif Kualitatif Self love Praktik Me time di Kalangan Urban Bandung)”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tekanan kehidupan urban Bandung yang memengaruhi kondisi psikologis individu, sehingga diperlukan upaya perawatan diri melalui self love yang diwujudkan melalui komunikasi intrapersonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana masyarakat urban Kota Bandung memaknai love language sebagai bentuk self love, dengan melalui praktik me time, serta dampaknya terhadap kesehatan emosional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi intrapersonal yang dikemukakan oleh Jalaluddin Rakhmat yang menekankan pada empat indikator, yaitu sensasi, persepsi, memori, dan berpikir dalam proses memahami diri. Selain itu, konsep love language mengacu pada teori Xue yaitu menghargai diri, menerima diri, ketekunan diri, tanggung jawab diri, dan pengendalian diri. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap informan di kalangan masyarakat urban Kota Bandung. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa love language dimaknai tidak hanya sebagai bentuk ekspresi kasih sayang kepada orang lain, tetapi juga sebagai bentuk hubungan individu dengan dirinya sendiri melalui proses komunikasi intrapersonal. Individu menyadari kondisi emosional yang dialami melalui sensasi, kemudian menafsirkan pengalaman dan perasaan diri melalui persepsi, mengingat pengalaman masa lalu yang memengaruhi cara memandang diri melalui memori, serta melakukan proses refleksi dan pertimbangan dalam menyikapi berbagai permasalahan melalui proses berpikir. Informan memaknai me time sebagai bentuk quality time dengan diri sendiri yang memberikan ruang untuk refleksi serta ketenangan emosional. Praktik me time sebagai bentuk love language menunjukkan adanya proses komunikasi intrapersonal dimana individu mampu berdialog dengan dirinya sendiri untuk memahami kebutuhan emosionalnya. Proses ini membantu individu dalam mengenali, menerima, serta menghargai dirinya di tengah dinamika kehidupan masyarakat urban. Dengan demikian, praktik me time sebagai bentuk self love berperan dalam membantu individu mengelola emosi, mengurangi stres, serta menjaga keseimbangan psikologis dan kesehatan mental di tengah tekanan kehidupan urban Kota Bandung. Kata Kunci: Komunikasi Intrapersonal, Self love, Me time
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 08 May 2026 08:27 |
| Last Modified: | 08 May 2026 08:27 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83127 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
