Aditya R, Fawzia (2026) STRATEGI KOMUNIKASI KOMUNITAS MENGENAI PERMAINAN TRADISIONAL Studi Deskriptif Kualitatif Pada Komunitas Hayu Ameng Mengenai Melestarikan Permainan Tradisional di Era Digital. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
daftar isi.pdf Download (580kB) | Preview |
|
|
Text
COVER SKRIPSI.pdf Download (256kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (206kB) | Preview |
|
|
Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf Download (128kB) | Preview |
|
|
Text
kata pengantar.pdf Download (208kB) | Preview |
|
|
Text
abtrsak.pdf Download (277kB) | Preview |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (717kB) | Preview |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (323kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini berjudul “strategi komunikasi komunitas mengenai permainan tradisional Studi Deskriptif Kualitatif Pada Komunitas Hayu Ameng Mengenai Melestarikan Permainan Tradisional di Era Digital” dengan fokus kajian pada upaya komunitas dalam membangun komunikasi yang efektif guna menjaga keberadaan permainan tradisional di tengah perkembangan teknologi modern. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah semakin menurunnya minat masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, terhadap permainan tradisional karena lebih tertarik pada permainan digital serta penggunaan gawai sebagai media hiburan. Apabila kondisi tersebut dibiarkan, permainan tradisional dikhawatirkan akan semakin terpinggirkan dan perlahan hilang dari kehidupan masyarakat. Penelitian ini menggunakan teori strategi komunikasi dari Onong Uchjana Effendy yang menekankan pentingnya unsur komunikator, pesan, media, dan khalayak dalam mencapai tujuan komunikasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri atas ketua komunitas, pengurus, dan anggota aktif Komunitas Hayu Ameng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas telah menerapkan strategi komunikasi secara terencana melalui pembagian peran sesuai bidang masing- masing, penentuan sasaran utama yaitu anak-anak, sekolah, orang tua, serta masyarakat umum, penyampaian pesan mengenai pentingnya pelestarian permainan tradisional yang disertai nilai kebersamaan, sportivitas, kejujuran, dan kerja sama, serta pemanfaatan media langsung maupun media digital seperti Instagram, TikTok, dan YouTube. Selain itu, komunitas memiliki program unggulan 3S, yaitu Sampeur Undangan, Susur Desa, dan Singgah Sakola sebagai bentuk komunikasi langsung kepada masyarakat. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa perpaduan kegiatan lapangan dengan penggunaan media digital mampu meningkatkan perhatian dan partisipasi masyarakat terhadap permainan tradisional. Kesimpulan penelitian ini adalah Komunitas Hayu Ameng berhasil menerapkan strategi komunikasi yang adaptif dan efektif dalam upaya pelestarian permainan tradisional di era digital melalui koordinasi internal yang baik, pendekatan komunikasi yang sesuai dengan karakteristik khalayak, serta pemanfaatan media digital untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas. Kata Kunci: Strategi Komunikasi, Pelestarian Budaya, Permainan Tradisional, Komunitas Hayu Ameng, Era Digital.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 08 May 2026 08:24 |
| Last Modified: | 08 May 2026 08:24 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83126 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
