MODEL COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KABUPATEN CIAMIS

Henriyani, Etih (2026) MODEL COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KABUPATEN CIAMIS. Disertasi(S3) thesis, UNIVERSITAS PASUNDAN.

[img]
Preview
Text
Etih Henriyani, 229020013.pdf

Download (44kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi belum efektifnya pengembangan pariwisata yang ditandai dengan mindset aktor kebijakan belum menjadikan potensi wisata budaya sebagai isu penting, rendahnya tingkat koordinasi, ketersediaan anggaran yang terbatas, aksesbilitas dan insfrastruktur belum maksimal, minimnya Sumber Daya Manusia (SDM), pelaksanaan regulasi teknis yang mengatur pelibatan stakeholder secara teknis belum maksimal serta rendahnya dukungan dan komitmen seluruh pihak stakeholder pariwisata. Tujuan penelitian untuk mengkaji dan menganalisis pelaksanaan pengembangan pariwisata di Kabupaten Ciamis, Faktor-faktor yang menghambat pengembangan pariwisata di Kabupaten Ciamis, serta mengembangkan model collaborative governance yang efektif dalam pengembangan pariwisata di Kabupaten Ciamis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif (qualitative research) dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui studi kepustakaan, dokumentasi, observasi, FGD serta wawancara mendalam yang dilakukan kepada pihak Dinas Pariwisata, Badan Promosi Pariwisata (BP2D), Pihak Swasta (pengusaha), Akademisi, Media Massa Kepala Desa, POKDARWIS, serta teknik analisa data menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pengembangan pariwisata di Kabupaten Ciamis belum efektif. Faktor-faktor yang menghambat pengembangan pariwisata di Kabupaten Ciamis adalah : belum terbangunnya sinergitas antar stakeholder, Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) - lemahnya daya tanggap, rendahnya motivasi bersama dan rasa memiliki, serta kurangnya evaluasi dan rencana tindaklanjut. Model collaborative governance yang efektif dalam pengembangan pariwisata di Kabupaten Ciamis adalah dengan mengoptimalkan dimensi Starting Condition (kondisi awal), dimensi Facilitative Leadership (kepemimpinan fasilitatif), Institusional Design (desain instituisional) dan Collaborative Process (proses kolaborasi), yang didukung dengan dimensi kearifan lokal (local wisdom) sebagai penguatan sekaligus novelty penelitian ini.

Item Type: Thesis (Disertasi(S3))
Divisions: Pascasarjana > S3-Ilmu Sosial 2026
Depositing User: Mr soeryana soeryana
Date Deposited: 30 Apr 2026 03:45
Last Modified: 30 Apr 2026 03:45
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/82885

Actions (login required)

View Item View Item