Vevayosa, Chaterine Egha (2026) HUBUNGAN ANTARA PENGUNGKAPAN DIRI DENGAN DUKUNGAN SOSIAL PADA KORBAN PERSELINGKUHAN DI KALANGAN MAHASISWA. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Download (141kB) | Preview |
|
|
Text
Daftar Isi.pdf Download (147kB) | Preview |
|
|
Text
COVER.pdf Download (27kB) | Preview |
|
|
Text
Lembar Pengesahan.pdf Download (73kB) | Preview |
|
|
Text
Kata Pengantar.pdf Download (128kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (160kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (229kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (339kB) | Preview |
Abstract
Komunikasi interpersonal berperan penting dalam membangun kedekatan emosional dan sosial. Perselingkuhan dalam hubungan romantis dapat merusak kepercayaan dan menimbulkan dampak psikologis seperti kecemasan, depresi, serta penurunan harga diri pada korban. Mahasiswa sebagai kelompok dewasa awal menjadi salah satu pihak yang rentan. Untuk pulih dari trauma tersebut, korban memerlukan dukungan sosial, yang keberadaannya sangat dipengaruhi oleh tingkat pengungkapan diri (self-disclosure) mereka terhadap pengalaman pahit yang dialami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengungkapan diri dan dukungan sosial pada mahasiswa korban perselingkuhan di kalangan mahasiswa, dengan fokus pada enam dimensi pengungkapan diri, yaitu keluasan (breadth), kedalaman (depth), nilai emosional (valence), kejujuran (veracity), frekuensi (frequency), dan durasi (duration). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan sampel 88 mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pasundan angkatan 2022 yang memenuhi kriteria korban perselingkuhan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman’s Rank. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,606 dengan tingkat signifikansi 0,05, yang mengindikasikan adanya hubungan positif, cukup kuat, dan signifikan antara pengungkapan diri dan dukungan sosial. Artinya, semakin tinggi tingkat pengungkapan diri korban, semakin besar dukungan sosial yang mereka terima dari lingkungan sekitar. Temuan ini menegaskan bahwa pengungkapan diri menjadi mekanisme penting bagi korban perselingkuhan untuk memperoleh empati, validasi, dan bantuan nyata. Hasil penelitian juga mendukung Teori Penetrasi Sosial, yang menyatakan bahwa keterbukaan dalam komunikasi dapat mempererat hubungan interpersonal dan mendukung proses pemulihan emosional korban secara lebih efektif. Kata Kunci: Pengungkapan Diri, Dukungan Sosial, Korban Perselingkuhan, Mahasiswa.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi 2026 |
| Depositing User: | Mr Iwan Ridwan Iwan |
| Date Deposited: | 17 Apr 2026 08:41 |
| Last Modified: | 17 Apr 2026 08:41 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/82714 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
