Cakrawati, Partini (2026) Organized Hypocrisy Bangladesh pada Agenda Transisi Accord on Fire and Building Safety menuju Ready-Made Garment Sustainability Council. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (114kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK 3 BAHASA.pdf Download (164kB) | Preview |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (494kB) | Preview |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
COVER.pdf Download (263kB) | Preview |
|
|
Text
LEMBAR PERSETUJUAN SIDANG AKHIR.pdf Download (146kB) | Preview |
|
|
Text
KATA PENGANTAR.pdf Download (89kB) | Preview |
|
|
Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf Download (242kB) | Preview |
Abstract
Skripsi ini fokus membahas praktik Organized Hypocrisy (OH) dalam kebijakan ekonomi luar negeri (FEP) Bangladesh, khususnya pada transisi regulasi keselamatan pabrik dari Accord on Fire and Building Safety menuju RMG Sustainability Council (RSC) dalam periode 2013 hingga 2023. Tragedi runtuhnya Rana Plaza (2013) memicu adopsi Accord, sebuah rezim keselamatan buruh yang mengikat secara hukum. Namun, transisi ke RSC pada tahun 2020 diinterpretasikan sebagai pelemahan struktural yang terkalkulasi terhadap mekanisme pengawasan dan penegakan yang efektif. Fenomena ini mencerminkan dilema negara berkembang yang terjepit antara tuntutan norma global dan kebutuhan vital untuk mempertahankan keunggulan kompetitif industri Pakaian Jadi (Ready-Made Garments – RMG) domestik, yang didominasi oleh kepentingan Bangladesh Garment Manufacturers and Exporters Association (BGMEA). Argumentasi utama adalah bahwa transisi ke RSC merupakan manifestasi dari strategi Organized Hypocrisy yang kalkulatif dalam kerangka FEP yang berpusat pada negara (state- centered). Strategi ini dimanifestasikan melalui mekanisme decoupling yang sistematis—memisahkan wacana komitmen simbolis (talk) terhadap norma keselamatan internasional dari keputusan dan tindakan (action) yang secara nyata melemahkan kapasitas penegakan standar. Untuk menganalisis fenomena ini, digunakan teori Rezim Buruh Internasional dalam perspektif Konstruktivisme, diperkuat oleh konsep Organized Hypocrisy dalam FEP state-centered. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, mengandalkan analisis dokumen sekunder (laporan resmi Accord, RSC, dan dokumen kebijakan GoB) sebagai sumber utama. Hasilnya menunjukkan bahwa RSC didesain sebagai institusi yang secara formal mempertahankan legitimasi internasional, namun secara substansial melayani kepentingan domestik elit industri, membuktikan bahwa Organized Hypocrisy berfungsi sebagai alat strategis yang rasional bagi Bangladesh untuk menavigasi hierarki ekonomi global yang timpang. Kata Kunci: Organized Hypocrisy, Kebijakan Ekonomi Luar Negeri, Accord on Fire and Building Safety, RMG Sustainability Council, Decoupling.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026 |
| Depositing User: | Mr Iwan Ridwan Iwan |
| Date Deposited: | 09 Mar 2026 04:05 |
| Last Modified: | 09 Mar 2026 04:05 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/82543 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
