Fathia Zulfa Nusyura, Fathia Zulfa Nusyura (2026) HUBUNGAN STATUS GIZI TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PEREMPUAN USIA PRODUKTIF DI SMA 1 PASUNDAN KOTA BANDUNG TAHUN 2025. Skripsi(S1) thesis, UNIVERSITAS PASUNDAN.
|
Text
Cover (Fathia).pdf Download (71kB) | Preview |
|
|
Text
Abstrak (Fathia).pdf Download (226kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 1 (Fathia).pdf Download (277kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 2 (Fathia).pdf Download (506kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 3 (Fathia).pdf Restricted to Repository staff only Download (452kB) |
||
|
Text
BAB 4 (Fathia).pdf Restricted to Repository staff only Download (348kB) |
||
|
Text
BAB 5 (Fathia).pdf Restricted to Repository staff only Download (167kB) |
||
|
Text
Daftar Pustaka (Fathia).pdf Download (228kB) | Preview |
|
|
Text
Turnitin (Fathia).pdf Download (198kB) | Preview |
|
|
Text
Lembar Pengesahan (Fathia).pdf Restricted to Repository staff only Download (125kB) |
Abstract
Judul: Hubungan Status Gizi Terhadap Kadar Hemoglobin pada Remaja Perempuan Usia Produktif di SMA 1 Pasundan Kota Bandung Tahun 2025 Latar Belakang: Anemia merupakan tantangan kesehatan global yang signifikan dengan prevalensi 45,6% di Asia Tenggara dan 18,0% di Indonesia, mengakibatkan kerugian ekonomi Rp40,092 triliun per tahun. Kadar hemoglobin merupakan parameter utama dalam diagnosis dan penentuan derajat anemia, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk status gizi. Pada remaja perempuan usia produktif, kadar hemoglobin normal adalah ≥12 g/dL. Meskipun status gizi merupakan salah satu faktor potensial yang mempengaruhi kadar hemoglobin, data mengenai hubungan tersebut di SMA 1 Pasundan masih sangat terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kadar hemoglobin pada remaja perempuan usia produktif di SMA 1 Pasundan Kota Bandung tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional cross-sectional dengan 99 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data meliputi pengukuran antropometri untuk menentukan Indeks Massa Tubuh (IMT), pengukuran lingkar pinggang, dan pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat easy touch. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil: Dari 99 responden, 55,56% memiliki status gizi malnutrisi, meliputi berat badan kurang (26,26%), berat badan berlebih (20,20%), obesitas I (6,06%), dan obesitas II (3,03%). Sebanyak 78,8% responden tidak mengalami anemia (Hb ≥12 g/dL), sedangkan 21,2% mengalami anemia. Analisis bivariat menghasilkan p-value 0,410 (p > 0,05), menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara status gizi dan kadar hemoglobin. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara status gizi dengan kadar hemoglobin pada remaja perempuan. Anemia bersifat multifaktorial dan melibatkan faktor lain seperti pola menstruasi, asupan zat gizi mikro, dan kepatuhan suplementasi zat besi. Kata Kunci: status gizi, hemoglobin, anemia, remaja perempuan, Indeks Massa Tubuh
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | nutritional status, hemoglobin, anemia, female adolescents, Body Mass Index |
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > Pendidikan Sarjana Kedokteran 2025 |
| Depositing User: | Mr Perpustakaan FK |
| Date Deposited: | 13 Feb 2026 03:08 |
| Last Modified: | 13 Feb 2026 03:08 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/82324 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
