Afrila Sundari, 161000071 (2020) TINDAK PIDANA PENCULIKAN WARGA NEGARA INDONESIA (WNI) OLEH KELOMPOK TERORISME FILIPINA DI PERAIRAN FILIPINA DIHUBUNGKAN DENGAN ASAS NASIONAL PASIF. Skripsi(S1) thesis, Fakultas Hukum Unpas.
Text
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (354kB) |
||
Text
BAB 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (132kB) |
||
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (392kB) |
||
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (134kB) | Preview |
|
|
Text
cover skripsi.pdf Download (60kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (389kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (444kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (502kB) | Preview |
Abstract
Kejahatan senantiasa berkembang sesuai dengan peradaban manusia mulai dari zaman primitif hingga zaman modern. Kemampuan untuk memasuki suatu negara tanpa batas adalah faktor yang menyebabkan munculnya kejahatan modern saat ini. Kejahatan yang melintasi batas wilayah suatu negara tersebut dikenal dengan kejahatan transnasional, sedangkan kejahatan transnasional dalam lingkup multilateral disebut Transnational Organized Crime (TOC). kelompok Abu Sayyaf melakukan penculikan terhadap 10 WNI dan menjadikan sandera secara paksa yang bertentangan dengan kemauan para WNI tersebut untuk berlayar ke Filipina. 10 sandera WNI diperlukan sebagai jaminan untuk membayar uang tebusan kepada kelompok Abu Sayyaf. Bagaimanakah pengaturan asas nasional pasif dalam hukum pidana Indonesia. Bagaimana penerapan hukum terhadap strategi pembebasan korban tindak pidana penculikan Warga Negara Indonesia (WNI) oleh kelompok terorisme Filipina diperaian Filipina dihubungkan dengan asas nasional pasif dan Upaya apakah yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi tindak pidana penculikan WNI oleh kelompok terorisme di masa yang akan datang . Pemerintah Indonesia mencari upaya penerapan hukum terhadap tindak pidana tersebut dengan menghubungkan pada Asas Nasional Pasif. Hal tersebut perlu dikaji dengan metode penelitian bersifat deskriptif analitis dengan pendekatan yuridis normatif. Diplomasi total digunakan Pemerintah Indonesia sebagai strategi pembebasan sandera yang melibatkan jaringan formal dan informal. Serta pertemuan Negara Indonesia, Filipina, Malaysia yang dibentuk guna menciptakan kerjasama Joint Declaration. Upaya yang dilakukan Pemerintah indonesia dalam mengantisipasi tindak pidana penculikan oleh Kelompok Terrorisme yaitu pertemuan trilateral antara Indonesia, Malaysia, Filipina Kata Kunci : Terorisme, Sandera Abu Sayyaf, Kejahatan Transnasional
Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
---|---|
Subjects: | S1-Skripsi |
Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum 2018 |
Depositing User: | Lilis Atikah |
Date Deposited: | 31 Aug 2020 05:03 |
Last Modified: | 31 Aug 2020 05:08 |
URI: | http://repository.unpas.ac.id/id/eprint/48781 |
Actions (login required)
View Item |