ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI YARN BREAK DI BAGIAN DTY DENGAN METODA SIX-SIGMA (STUDI KASUS DI BAGIAN POY PT. INDORAMA SYNTHETICS Tbk. DIVISI POLYESTER)

OTONG IMAN SOLIHIN, NPM : 188030017 (2020) ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI YARN BREAK DI BAGIAN DTY DENGAN METODA SIX-SIGMA (STUDI KASUS DI BAGIAN POY PT. INDORAMA SYNTHETICS Tbk. DIVISI POLYESTER). Thesis(S2) thesis, UNIVERSITAS PASUNDAN.

[img] Text
OTONG IMAN SOLIHIN_mti - Copy.docx

Download (96kB)

Abstract

Proses pembuatan benang tentu tidaklah mudah, memiliki banyak sekali persoalan yang perlu ditangani secara khusus dan terencana dengan baik. Setiap mesin memiliki 216 posisi, yang berbeda satu posisi dengan posisi lainya. Dengan demikian maka diperlukan suatu analisa statistic secara benar dan tepat. Analisis faktor yang mempengaruhi yarn break (benang putus) di DTY dengan metode Six-Sigma (Studi kasus di bagian POY PT. INDORAMA SYNTHETICS Tbk.divisi Polyester. Bagaimana Proses produksi yang terjadi di departemen DTY dan POY, serta bagaimana sistem pengendalian kualiatasnya, faktor faktor apa saja yang menjadi penyebab cacat produk, dan bagaimana hasilnya jika proses produksi tersebut menggunakan metode six-sigma. Untuk mengetahui bagaimana sistem pengendalian kualitas tersebut digunakan dengan efektif dan efisien maka perlu dilihat atau di tinjau hasil produksi POY yang di proses kemudian, yaitu pada bagian DTY departemen. Maka Penelitian ini dilakukan pada bagian produksi di Draw Texure Yarn (DTY) dan di Partialy oriented Yarn (POY), penelitian ini tidak berkaitan dengan modal Perusahaan dan hanya pada jenis produk tertentu, sehingga dapat dipastikan hasil yang tepat dan dapat disimpulkan dengan melihat hasil analisa. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan keputusan bagaimana cara mengatasi cacat produk dengan mencari akar permasalahan yang tepat, untuk menganalisis permasalahan tersebut maka perlu mencari standarisasi kualitas, maka Six Sigma dijadikan sebuah pedoman dalam mencari dan menghitung pencapaian kualitas produksi, sehingga kualitas produksi tetap stabil dan terjaga dengan baik. Kata Kunci : Metoda Six Sigma adalah alat pendeteksi Yarn Break (Benang Putus) yang sangat tepat digunakan, untuk mengurangi faktor Benang Putus.

Item Type: Thesis (Thesis(S2))
Subjects: RESEARCH REPORT
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Industri 2018
Depositing User: asep suryana
Date Deposited: 30 Apr 2020 06:08
Last Modified: 30 Apr 2020 06:12
URI: http://repository.unpas.ac.id/id/eprint/47816

Actions (login required)

View Item View Item