Arief Adhitya Kesuma, 141000305 (2019) TANGGUNG JAWAB PEMILIK BANGUNAN YANG TIDAK MEMILIKI IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN (IMB) MENGAKIBATKAN TERJEPIT LETAK TANAH DAN BANGUNAN ORANG LAIN. Skripsi(S1) thesis, Fakultas Hukum Unpas.
|
Text
J.BAB II.pdf Download (251kB) | Preview |
|
|
Text
K.BAB III.pdf Download (187kB) | Preview |
|
Text
M.BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (90kB) |
||
Text
L.BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (194kB) |
||
|
Text
A.COVER.pdf Download (21kB) | Preview |
|
|
Text
N.DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (100kB) | Preview |
|
|
Text
H.DAFTAR ISI.pdf Download (96kB) | Preview |
|
|
Text
I.BAB I.pdf Download (266kB) | Preview |
Abstract
Tanah merupakan salah satu sumber kehidupan yang sangat vital bagi manusia, salah satu fungsinya yaitu sebagai tempat berdirinya bangunan rumah hunian masyarakat. Bangunan rumah yang didirikan diatas tanah hak milik harus memperhatikan lingkungan sekitarnya yang tercantum dalam Izin Mendirikan Bangunan. Salah satu syarat administratif tersebut adalah pemilik bangunan wajib memiliki Izin Mendirikan Bangunan. Di kota Bandung terjadi sengketa bangunan rumah yang tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan dengan tetangga sekitar mengakibatkan tetangga tidak memiliki akses jalan keluar masuk. Maka pemilik bangunan yang tidak memiliki izin mendirikan bangunan harus bertanggung jawab atas perbuatan tersebut. Dalam penelitian ini mempertanyakan, akibat hukum bagi pemilik bangunan yang tidak memiliki izin mendirikan bangunan, tanggung jawab pemilik bangunan yang tidak memiliki izin mendirikan bangunan, dan penyelesaian atas sengketa yang terjadi atas bangunan rumah tidak memiliki izin mendirikan bangunan mengakibatkan terjepit letak tanah dan bangunan milik orang lain. Penelitian ini bersifat deskriptif-analitis, yaitu menggambarkan secara menyeluruh dan sistematis. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis-normatif, tentang tanggung jawab pemilik bangunan yang tidak memiliki izin mendirikan bangunan mengakibatkan terjepit letak tanah dan bangunan milik orang lain dihubungkan dengan KUHPerdata, UUPA, Undang-Undang Nomor 28 tahun 2002 tentang bangunan gedung dan peraturan pemerintah Nomor 36 tahun 2005 tentang peraturan pelaksana undang-undang nomor 28 tahun 2002 tentang bangunan gedung, yang bertujuan mencari asas, kaidah, dan norma atau das sollen dan perilaku atau das sein. Tahap penelitian data, meliputi penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Dianalisis dengan menggunakan metode yuridis-kualitatif, yaitu analisis dengan tanpa menggunakan rumus statistik. Hasil penelitian menunjukan, bahwa akibat hukum yang dilakukan pemilik bangunan yang tidak memiliki izin mendirikan bangunan dapat dikenai sanksi administratif sampai dengan sanksi pembongkaran bangunan. Tanggung jawab yang dilakukan oleh pemilik bangunan adalah dengan mengganti rugi lahan yang tertutupi untuk menjadi akses jalan bagi bangunan yang terjepit, penyelesaian sengketa tersebut dilakukan oleh pemerintah selaku pengawas. Dengan memfasilitasi pihak yang bersengketa sehingga terjadi musyawarah yang menghasilkan pemilik bangunan yang terjepit letah tanah mengibahkan atau memberikan secara suka rela sebagian tanah tersebut untuk menjadi akses jalan. Kata Kunci : Tanggung Jawab, Bangunan Gedung, Izin Mendirikan Bangunan
Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
---|---|
Subjects: | S1-Skripsi |
Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum 2018 |
Depositing User: | Lilis Atikah |
Date Deposited: | 05 Sep 2019 15:44 |
Last Modified: | 05 Sep 2019 15:44 |
URI: | http://repository.unpas.ac.id/id/eprint/42952 |
Actions (login required)
View Item |