PERLINDUNGAN HUKUM BAGI DIREKTUR UTAMA PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) TERHADAP RISIKO AKIBAT KERJA SAMA DENGAN PT. OPTIMA KARYA CAPITAL MANAGEMENT BERDASARKAN BUSINESS JUDGEMENT RULE

Muhammad Fachry Setiawan, NPM : 168040021 (2018) PERLINDUNGAN HUKUM BAGI DIREKTUR UTAMA PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) TERHADAP RISIKO AKIBAT KERJA SAMA DENGAN PT. OPTIMA KARYA CAPITAL MANAGEMENT BERDASARKAN BUSINESS JUDGEMENT RULE. Thesis(S2) thesis, Perpustakaan Pascasarjana.

[img] Text
JURNAL.docx

Download (83kB)

Abstract

PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menginvetasikan modal jangka pendek dengan PT.OKCM. Dari investasi tersebut PT. KAI (Persero) telah menerima sebagian pengembalian modal serta memperoleh keuntungan. Selanjutnya PT. OKCM tidak dapat memenuhi kewajiban kepada PT. KAI (Persero). Persoalan tersebut me-rupakan perikatan yang bersumber dari perjanjian. Namun, dalam perkembangan tidak dipenuhinya kewajiban oleh PT. OKCM tersebut dikategorikan sebagai ke-rugian Negara. Hal itu berimbas pada Di-rektur Utama PT. KAI (Persero) terhadap kerugian Perusahaan dan perbuatan penge-lolaan Perusahaan dikategorikan sebagai kerugian Negara, kemudian Direktur Uta-ma PT. Kereta Api (Persero) dituntut den-gan tindak pidana korupsi. Persoalan ini menarik untuk diteliti, sebabnya penyele-saian kerugian dan kerja sama PT. KAI (Persero) dan PT. OKCM adalah merupa-kan ruang lingkup hukum perdata dan hu-kum perusahaan, sehingga kerugian PT. KAI (Persero) tidak dapat dikategorikan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan Negara. Tujuan penelitian ini antara lain; (1) Untuk mengetahui, meng-kaji dan menganalisis kedudukan Direktur Utama dalam struktur organisasi PT. KAI (Persero) berdasarkan Undang - Undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas Jo. Undang - Undang No. 19 Ta-hun 2003 Tentang BUMN. (2) Untuk mengetahui, mengkaji dan menganalisis penerapan Business Judgement Rule dalam Undang – Undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas terhadap ke-rugian keuangan Negara di Perusahaan BUMN. (3) Untuk mengetahui, mengkaji dan menganalisis perlindungan hukum seorang Direktur Utama PT. KAI (Persero) atas risiko akibat kerja sama dengan PT. OKCM berdasarkan business judgement rule dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif analitis dengan pendeka-tan yuridis normatifserta dilakukan analisis secara yuridis kualitatif, yaitu data yang diperoleh diinventarisasi, dikaji dan diteliti secara sistematis, menyeluruh dan terinte-grasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa se-bagai berikut; (1) Kedudukan dan peranan Direktur Utama dapat dikatakan sangat vital dan penting karena tanpa organ Di-reksi, suatu Perseroan tidak mungkin men-jalankan kegiatan usahanya dengan baik dan teratur dan tidak mungkin dapat men-capai maksud dan tujuan Perusahaan Per-seroan khususnya PT. KAI (Persero). (2) Doktrin business judgment rule dapat dite-rapkan terhadap kerugian keuangan Negara di Perusahaan BUMN apabila telah me-laksanakan fiduciary duty-nya, GCG, beri-tikad baik, penuh kehati-hatian, dan penuh tanggung jawab. (3) Kerugian akibat kerja sama dengan PT. OKCM terhadap keru-gian kepada PT. KAI (Persero) dapat dika-ji dari aspek hukum perdata, yaitu wan-prestasi dalam ketentuan Pasal 1243 KUHPerdata. Ditinjau dari Undang-Undang No.19 Tahun 2003 tentang BUMN, maka tindakan Direktur Utama PT. KAI (Perse-ro) telah sesuai dengan tujuan Perseroan yaitu mencari keuntungan. Ditinjau dari hukum Perusahaan, menurut Pasal 97 ayat (5) Undang-Undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, maka Direktur Utama PT. KAI (Persero) berhak menda-patkan perlindungan hukum. Kata kunci: Direktur Utama, PT. KAI (Persero), PT. OKCM.

Item Type: Thesis (Thesis(S2))
Subjects: RESEARCH REPORT
Divisions: Pascasarjana > S2-Ilmu Hukum 2018
Depositing User: Mrs Lusiawati -
Date Deposited: 14 Aug 2018 07:20
Last Modified: 14 Aug 2018 07:20
URI: http://repository.unpas.ac.id/id/eprint/35403

Actions (login required)

View Item View Item