PENENTUAN KAPASITAS ADSORPSI AMPAS TEBU (bagasse) TERHADAP ZAT WARNA CIBACRON BRILLIANT RED MENGGUNAKAN PERSAMAAN FREUNDLICH DAN LANGMUIR ISOTERM

Novi Estiningrum, Alumni and Evi Afiatun, Ds and Deni Rusmaya, DS (2006) PENENTUAN KAPASITAS ADSORPSI AMPAS TEBU (bagasse) TERHADAP ZAT WARNA CIBACRON BRILLIANT RED MENGGUNAKAN PERSAMAAN FREUNDLICH DAN LANGMUIR ISOTERM. Skripsi(S1) thesis, Fakultas Teknik Unpas.

[img] Text
BAB 1_RevisiOk!!.doc

Download (55kB)
[img] Text
BAB 2_RevisiOk!!.doc

Download (374kB)
[img] Text
BAB 3_RevisiOk!!.doc

Download (159kB)
[img] Text
BAB 4_RevisiOk!!.doc

Download (2MB)
[img] Text
BAB 5_RevisiOk!!.doc

Download (33kB)
Official URL: http://teknik.unpas.ac.id

Abstract

Industri tekstil merupakan salah satu industri yang berpotensi menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan. Pencemaran yang paling luas dampaknya berasal dari limbah cair yang dihasilkan pada proses pewarnaan / pencelupan atau pencucian. Pada proses pewarnaan / pencelupan hanya sekitar 50 – 90 % zat warna yang masuk / terserap oleh bahan tekstil, dan selebihnya akan berada dalam sisa larutan celup. Limbah cair tersebut dapat mengganggu kehidupan biota air karena menurunnya konsentrasi oksigen terlarut sehingga harus dilakukan suatu pengolahan yang dapat menurunkan konsentrasi warna sebelum dibuang ke badan air penerima. Salah satu upaya pengolahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi konsentrasi zat warna dalam limbah cair industi tekstil adalah dengan proses adsorpsi menggunakan ampas tebu (bagasse). Ampas tebu merupakan limbah padat berserat hasil sampingan dari industri gula dimana sekitar 1,6 % dari bobot bagasse tidak dimanfaatkan. Pemanfaatan ampas tebu sebagai media untuk mengadsorpsi limbah warna industri tekstil karena ampas tebu mempunyai karakteristik fisik yang mirip dengan karbon aktif dan karakteristik kimia yang dapat digunakan sebagai adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas adsorpsi ampas tebu terhadap zat warna Cibacron Brilliant Red dengan menggunakan persamaan Freundlich dan Langmuir Isoterm. Penelitian ini dilakukan dengan volume kerja 100 ml, dengan konsentrasi zat warna sebesar 60 mg/L, variasi HCl (0,05M; 0,15 M; 0,25 M; 0,35 M; 0,45 M), variasi temperatur (25 °C dan 45 °C), variasi berat ampas tebu (1gram; 1,5gram; 2gram; 2,5gram; 3 gram; 3,5gram; 4gram) serta variasi NaOH dalam teknik delignifikasi. Dari hasil percobaan diperoleh bahwa adsorpsi zat warna Cibacron Brilliant Red dengan ampas tebu mengikuti pola Langmuir isoterm dan kapasitas adsorpsi dari ampas tebu tanpa delignifikasi, ampas tebu dengan delignifikasi 0,35 % NaOH dan ampas tebu dengan delignifiaksi 17,5 % NaOH menjadi bertambah dengan meningkatnya temperatur. Kapasitas adsorpsi terbesar diperoleh pada suhu 45 °C dengan delignifikasi 17,5 % NaOH sebesar 5,4585 mg/gr. Penggunaan ampas tebu (bagasse) sebagai adsorben merupakan alternatif pengolahan karena biayanya yang murah, terdapat dalam jumlah yang banyak dan mudah didapat.

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Lingkungan 2006
Depositing User: Irwan Kustiawan
Date Deposited: 15 Nov 2017 07:08
Last Modified: 15 Nov 2017 07:08
URI: http://repository.unpas.ac.id/id/eprint/31860

Actions (login required)

View Item View Item