PENGARUH IMLPLEMENTASI KEBIJAKAN OTONOMI DAERAH DAN KOMPETENSI PEJABAT STRUKTURAL TERHADAP EFEKTIVITAS ORGANISASI DINAS KABUPATEN SUMEDANG

HOLIDIN SUGIMAN, NPM :079213017 (2013) PENGARUH IMLPLEMENTASI KEBIJAKAN OTONOMI DAERAH DAN KOMPETENSI PEJABAT STRUKTURAL TERHADAP EFEKTIVITAS ORGANISASI DINAS KABUPATEN SUMEDANG. Disertasi(S3) thesis, UNPAS.

[img] Text
pengesahan.docx

Download (68kB)
[img] Text
DAF.PUS - 6 Oktober 2013.doc

Download (68kB)
[img] Text
ABSTRAK Pa Holidin Jadi.docx

Download (40kB)
[img] Text
1 BAB I- 6 Oktober 2013.doc

Download (139kB)
[img] Text
2 BAB II 6 Oktober 2013.doc

Download (2MB)

Abstract

Pokok masalah penelitian ini adalah efektivitas organisasi pada Dinas Kabupaten Sumedang rendah. Hal ini diduga disebabkan oleh Implementasi kebiajkan otonomi daerah dan kompetensi Pejabat Struktural belum dilaksanakan secara optimal, tepat, cepat dan akurat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey dengan explanatory research, yaitu penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan angket sebagai alat pengumpul data yang pokok didukung obesrvasi, wawancara dan studiliteratur. Selain itu juga bahwa maksud penelitian dengan explanatory research adalah “menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesis”. Hasil penelitian mengungkap bahwa Implementasi kebijakan otonomi daerah dan kompetensi pejabat struktural secara empiris telah memberikan kontribusi terhadap efektivitas organisasi. Hal ini mencerminkan bahwa Implementasi kebijakan otonomi daerah dan kompetensi pejabat struktural yang berjalan dan dilaksanakan belum berjalan dengan optimal, sehingga berpengaruh terhadap efektivitas organisasi. Secara total, Implementasi kebijakan otonomi daerah dan kompetensi pejabat struktural telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas organisasi. Mengenai perbandingan besaran pengaruh, Implementasi kebijakan otonomi daerah terhadap efektivitas organisasi dan kompetensi pejabat struktural terhadap efektivitas organisasi menunjukkan bahwa pengaruh kompetensi pejabat struktural lebih besar dibandingkan dengan Implementasi kebijakan otonomi daerah. Pengaruh dimensi-dimensi kompetensi pejabat struktural secara simultan terhadap Efektivitas organisasi adalah 37,6% dan terhadap implementasi kebijakan otonomi daerah adalah sebesar 31,1%. Sedangkan pengaruh implementasi kebijakan otonomi daerah terhadap efektivitas organisasi mencapai sebesar 55,8%. Penelitian ini juga menemukan bahwa rendahnya kinerja organisasi tidak hanya ditentukan oleh impelemtasi kebijakan otonomi daerah dan kompetensi pejabat struktural, tetapi juga ditentukan oleh faktor lain (epsilon) sebesar 33,1%. Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan efektivitas organisasi tersebut tidak bisa mengabaikan faktor lain yang tidak diteliti. Pengaruh parsial, kompetensi pejabat struktural telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas organisasi, sebesar 61,3 % Demikian pula, secara parsial implentasi kebijakan otonomi daerah telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas organisasi, sebesar 55,3 %. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa Implementasi kebijakan otonomi daerah dan kompetensi pejabat struktural perlu ditingkatkan, disesuaikan dengan karakteristik daerah. Selain itu bahwa faktor lain yang tidak diteliti perlu mendapat perhatian agar efektivitas organisasi Dinas Kabupaten Sumedang adanya peningkatan yang sustenemble sesuai dengan karakteristik daerahnya. Kata kunci :Implementasi Kebijakan Otonomi Daerah, Kompetensi Pejabat Struktural, dan Efektivitas Organisasi.

Item Type: Thesis (Disertasi(S3))
Subjects: S3-Disertasi
Divisions: Pascasarjana > S3-Ilmu Sosial 2013
Depositing User: asep suryana
Date Deposited: 29 Jul 2017 01:25
Last Modified: 29 Jul 2017 01:25
URI: http://repository.unpas.ac.id/id/eprint/28409

Actions (login required)

View Item View Item