DIGITALISASI PROTOKOL NOTARIS DAN PERANANNYA DALAM MENINGKATKAN KEAMANAN SERTA KEABSAHAN DOKUMEN KENOTARIATAN PADA ERA CYBERNOTARY

SARI PUTRI ADIWIJAYA, RATNA (2026) DIGITALISASI PROTOKOL NOTARIS DAN PERANANNYA DALAM MENINGKATKAN KEAMANAN SERTA KEABSAHAN DOKUMEN KENOTARIATAN PADA ERA CYBERNOTARY. Thesis(S2) thesis, UNIVERSITAS PASUNDAN.

[img]
Preview
Text
RATNA SARI.pdf

Download (252kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai risiko dan akibat hukum dari penerapan konsep cyber notary melalui digitalisasi protokol notaris di Indonesia, serta menganalisis keabsahan hukum terhadap dokumen notaris berbasis digital yang dihasilkan dari proses tersebut. Latar belakang penelitian ini didasari oleh perkembangan teknologi informasi yang mendorong transformasi digital dalam berbagai bidang, termasuk profesi notaris, sementara pengaturan hukum mengenai cyber notary dalam Undang-Undang Jabatan Notaris belum diatur secara komprehensif dan eksplisit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji risiko dan akibat hukum penerapan cyber notary serta menganalisis keabsahan hukum dokumen notaris berbasis digital dikaitkan dengan digitalisasi protokol notaris di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis, didukung dengan penelitian kepustakaan (library research) dan penelitian lapangan (field research) berupa studi kasus dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan cyber notary melalui digitalisasi protokol notaris masih mengandung risiko hukum yang signifikan akibat kekosongan regulasi yang komprehensif, sehingga menimbulkan potensi disharmoni antara Undang-Undang Jabatan Notaris dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta berimplikasi pada menurunnya derajat keautentikan akta dan melemahnya kepastian hukum. Selain itu, keabsahan hukum dokumen notaris berbasis digital belum sepenuhnya terjamin karena akta notaris sebagai akta autentik harus memenuhi syarat formil dan materiil, termasuk kehadiran fisik para pihak di hadapan notaris, sehingga proses elektronik tanpa dasar hukum yang jelas berpotensi menurunkan kekuatan pembuktian akta menjadi akta di bawah tangan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya harmonisasi regulasi antara kedua undang-undang tersebut agar digitalisasi protokol notaris dapat memberikan kepastian hukum yang memadai.

Item Type: Thesis (Thesis(S2))
Divisions: Pascasarjana > S2-Magister Kenotariatan 2026
Depositing User: Mr soeryana soeryana
Date Deposited: 28 Oct 2026 07:15
Last Modified: 28 Oct 2026 07:15
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/85633

Actions (login required)

View Item View Item