SYAFARI, YUFIE (2026) PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM CLINICAL PATHWAY DALAM MENEKAN UNIT COST SERTA EFISIENSI BIAYA DI KLINIK UTAMA DR. SUPARMAN K, SP.M. CIKAMPEK KABUPATEN KARAWANG. Thesis(S2) thesis, UNIVERSITAS PASUNDAN.
|
Text
Yufie Syafari_248020035(1).pdf Download (186kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini merancang pengendalian biaya pada pelayanan operasi katarak semakin penting bagi fasilitas kesehatan yang beroperasi dengan skema pembiayaan dan tarif penggantian tetap. Di Klinik Utama dr. Suparman K, Sp.M. Cikampek, terdapat variasi praktik klinis dan penggunaan bahan medis habis pakai (BMHP) antaroperator yang berkontribusi terhadap perbedaan unit cost dan berpotensi memengaruhi margin pelayanan, khususnya pada pelayanan yang dibiayai BPJS. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipatif, dan studi dokumentasi yang melibatkan pemangku kepentingan klinis, manajerial, mutu, dan keuangan. Data sekunder mencakup 637 tindakan phacoemulsification periode Januari–Agustus 2026, rekam medis, laporan keuangan, dan perhitungan unit cost. Kondisi internal dan eksternal dianalisis menggunakan IFAS, EFAS, SWOT, dan Matriks Internal–Eksternal (IE). Selanjutnya, Clinical Pathway (CP) dirancang untuk pelayanan katarak senilis matur yang mencakup tahap praoperasi, durante operasi, dan pascaoperasi. Analisis unit cost dan efisiensi dilakukan dengan membandingkan penggunaan BMHP sebelum dan berdasarkan standar CP. Analisis internal menghasilkan skor IFAS sebesar 3,66, sedangkan skor EFAS sebesar 3,50 sehingga posisi klinik berada pada Sel I Matriks IE. Standardisasi BMHP menurunkan biaya yang dianalisis dari Rp598.595 menjadi Rp499.963, dengan penghematan Rp98.632 per tindakan. Unit cost menurun pada seluruh skema operator dan pembiayaan yang disimulasikan. Namun, target margin 30% belum tercapai secara merata karena masih terdapat komponen biaya struktural. Perancangan Clinical Pathway dapat menjadi kerangka untuk standardisasi pelayanan katarak, mengurangi pemborosan BMHP, meningkatkan pengendalian biaya, dan menurunkan unit cost dengan tetap mempertahankan komponen klinis esensial. Implementasi selanjutnya perlu diperkuat melalui monitoring, integrasi sistem informasi, dan pengendalian biaya struktural.
| Item Type: | Thesis (Thesis(S2)) |
|---|---|
| Divisions: | Pascasarjana > S2-Manajemen 2026 |
| Depositing User: | Mr soeryana soeryana |
| Date Deposited: | 08 Oct 2026 02:39 |
| Last Modified: | 08 Oct 2026 02:39 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/85205 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
