Asriyani, Ajeng (2026) DIPLOMASI LINGKUNGAN FIJI DALAM NEGOSIASI PENDANAAN LOSS AND DAMAGE AKIBAT SEA LEVEL RISE PADA CONFERENCE OF PARTIES 28. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
07. Abstract - ENG .pdf Download (111kB) | Preview |
|
|
Text
06. Abstrak - IND pdf.pdf Download (110kB) | Preview |
|
|
Text
02. Lembar Pengesahan.pdf Download (86kB) | Preview |
|
|
Text
01. CoverSampul.pdf Download (186kB) | Preview |
|
|
Text
08. Abstrak - SND pdf.pdf Download (111kB) | Preview |
|
|
Text
11. Daftar Isi.pdf Download (232kB) | Preview |
|
|
Text
09. Kata Pengantar.pdf Download (196kB) | Preview |
|
|
Text
19. Daftar Pustaka.pdf Download (194kB) | Preview |
|
|
Text
15. Bab II - Tinjauan Pustaka .pdf Download (288kB) | Preview |
|
|
Text
14. Bab I - Pendahuluan.pdf Download (341kB) | Preview |
Abstract
Perubahan iklim telah menjadi salah satu isu global yang memberikan dampak signifikan terhadap negara-negara kepulauan kecil, terutama akibat sea level rise yang mengancam wilayah pesisir, ekosistem, infrastruktur, serta keberlanjutan kehidupan masyarakat. Sebagai salah satu Small Island Developing States (SIDS), Fiji merupakan negara yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap dampak perubahan iklim, sementara kapasitas nasional yang dimiliki relatif terbatas. Dalam konteks tersebut, mekanisme pendanaan Loss and Damage di bawah kerangka United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) menjadi instrumen penting untuk membantu negara-negara rentan mengatasi kerugian dan kerusakan akibat perubahan iklim. Namun, operasionalisasi pendanaan tersebut masih menghadapi berbagai tantangan dalam proses negosiasi internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak sea level rise terhadap Fiji sebagai Small Island Developing State (SIDS) yang mendorong kebutuhan pendanaan Loss and Damage dalam kerangka UNFCCC, menganalisis proses diplomasi Fiji dalam memperjuangkan pendanaan Loss and Damage pada COP28 melalui mekanisme UNFCCC, serta menganalisis strategi diplomasi lingkungan yang diterapkan Fiji dalam memperjuangkan pendanaan Loss and Damage akibat sea level rise pada COP28. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif- analitis melalui studi kepustakaan (library research). Pengumpulan data dilakukan dengan memanfaatkan berbagai sumber data sekunder berupa dokumen resmi UNFCCC, laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), dokumen Alliance of Small Island States (AOSIS), jurnal ilmiah, buku, serta publikasi lembaga internasional yang relevan. Analisis penelitian menggunakan kerangka Diplomasi Lingkungan sebagai kerangka analitis dan Liberal Institusionalisme sebagai pendekatan untuk menjelaskan peran institusi internasional dalam memfasilitasi kerja sama antarnegara pada negosiasi perubahan iklim. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sea level rise telah meningkatkan kerentanan Fiji terhadap berbagai dampak lingkungan, sosial, ekonomi, dan budaya sehingga mendorong kebutuhan akan mekanisme pendanaan Loss and Damage dalam kerangka UNFCCC. Dalam proses negosiasi COP28, Fiji memanfaatkan forum multilateral UNFCCC untuk memperjuangkan kepentingannya melalui penguatan diplomasi koalisi bersama Alliance of Small Island States (AOSIS), pemanfaatan prinsip Common but Differentiated Responsibilities and Respective Capabilities (CBDR-RC), penerapan diplomasi sains melalui penggunaan bukti ilmiah, serta optimalisasi mekanisme kelembagaan UNFCCC. Strategi tersebut berkontribusi vi terhadap operasionalisasi Loss and Damage Fund pada COP28 dan memperkuat posisi tawar Fiji dalam negosiasi internasional. Namun, implementasi pendanaan masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan dana, kontribusi negara donor yang bersifat sukarela, serta kesenjangan antara kebutuhan negara-negara rentan dengan komitmen pendanaan yang diberikan oleh negara-negara maju. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diplomasi lingkungan merupakan instrumen strategis bagi Fiji dalam memperjuangkan kepentingannya di forum multilateral, meskipun efektivitas implementasi pendanaan Loss and Damage masih dipengaruhi oleh ketimpangan struktur kekuasaan dalam tata kelola iklim global. Kata Kunci: Diplomasi Lingkungan; Fiji; Loss and Damage; COP28; UNFCCC; Small Island Developing States (SIDS).
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 06:13 |
| Last Modified: | 30 Sep 2026 06:13 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84984 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
