Konstruksi Makna Keikhlasan dan Kematian dalam Lirik Lagu “Daun dan Ranting Menuju Surga” Karya Themilo (Studi Semiotika Roland Barthes)

Alfarisy, Rafi (2026) Konstruksi Makna Keikhlasan dan Kematian dalam Lirik Lagu “Daun dan Ranting Menuju Surga” Karya Themilo (Studi Semiotika Roland Barthes). Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.

[img]
Preview
Text
02_Lembar_Pengesahan.pdf

Download (127kB) | Preview
[img]
Preview
Text
14_Daftar_Pustaka.pdf

Download (138kB) | Preview
[img]
Preview
Text
06_Daftar_Isi.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
04_Abstrak_3_Bahasa.pdf

Download (187kB) | Preview
[img]
Preview
Text
05_Kata_Pengantar.pdf

Download (144kB) | Preview
[img]
Preview
Text
01_Cover.pdf

Download (212kB) | Preview
[img]
Preview
Text
09_Bab_1.pdf

Download (162kB) | Preview
[img]
Preview
Text
10_Bab_2.pdf

Download (279kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi makna keikhlasan dan kematian dalam lirik lagu “Daun dan Ranting Menuju Surga” karya band shoegaze asal Bandung, Themilo. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes serta paradigma konstruktivisme, penelitian ini membedah teks lirik melalui tiga tingkatan pertandaan: denotasi, konotasi, dan mitos. Data diperoleh melalui studi dokumentasi teks lirik serta wawancara mendalam dengan pencipta lagu (Ajie Gergaji) sebagai informan inti, informan ahli, dan beberapa pendengar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat denotasi, lirik lagu menggambarkan kehancuran fisik/batiniah dan berhentinya pergerakan melalui simbol-simbol alamiah dan kondisi luka. Pada tingkat konotasi, diksi seperti "hidup yang remuk" dan "gerak ini telah terdiam" merepresentasikan kepasrahan eksistensial, sementara metafora "daun dan ranting menuju surga" melambangkan peluruhan jiwa serta pelepasan keterikatan duniawi. Pada tingkat mitos, lagu ini memproduksi mitos tandingan (counter-myth) yang mendekonstruksi pemaknaan kematian dan perpisahan—yang umumnya ditakuti—menjadi sebuah "kepulangan yang damai" dan siklus penerimaan aktif (active acceptance) yang transendental. Penelitian ini membuktikan adanya fleksibilitas pemaknaan (polisemi) antara tragedi personal pencipta dengan respon spiritual-katarsis dari para pendengarnya Kata Kunci: Semiotika Roland Barthes, Keikhlasan, Kematian, Lirik Lagu, Themilo, Shoegaze.

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi 2026
Depositing User: S.Si Mochamad Yogi
Date Deposited: 24 Sep 2026 01:15
Last Modified: 24 Sep 2026 01:15
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84864

Actions (login required)

View Item View Item