Alfarizi, Rabbani (2026) REPRESENTASI BUDAYA SUNDA DALAM LAGU KARANGPAWITAN KARYA XIN LIE (Analisis Semiotika Roland Barthes Terhadap Sampling Dog-Dog). Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
Abstrak.pdf Download (217kB) | Preview |
|
|
Text
Daftar Pustakal.pdf Download (181kB) | Preview |
|
|
Text
Daftar Isi, Gambar, Tabel, Lampiran.pdf Download (248kB) | Preview |
|
|
Text
Lembar Pengesahan.pdf Download (183kB) | Preview |
|
|
Text
Kata Pengantar.pdf Download (170kB) | Preview |
|
|
Text
Bab 2.pdf Download (343kB) | Preview |
|
|
Text
Bab 1.pdf Download (289kB) | Preview |
|
|
Text
Cover.pdf Download (195kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana budaya Sunda direpresentasikan melalui penggunaan sampling alat musik tradisional dog-dog dalam lagu Karangpawitan karya Xin Lie. Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena penggabungan unsur musik tradisional Sunda dengan musik elektronik modern, yang menarik untuk dikaji sebagai bentuk komunikasi budaya di tengah arus globalisasi dan digitalisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes, yang membedah makna melalui tiga tingkat pemaknaan, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Data penelitian diperoleh melalui observasi terhadap lagu Karangpawitan, wawancara mendalam dengan lima informan (pencipta lagu, budayawan/praktisi seni Sunda, praktisi musik tradisional dog-dog, akademisi komunikasi-budaya, dan audiens/pendengar), serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat denotasi, sampling dog-dog hadir sebagai bunyi perkusi tradisional yang telah mengalami artifisialisasi digital. Pada tingkat konotasi, bunyi tersebut memperoleh makna budaya berupa keterkaitannya dengan kesenian Reak, kuda renggong, dan benjang sebagai identitas budaya Sunda, meskipun ditemukan kesenjangan pemaknaan antara audiens umum dan pelaku tradisi. Pada tingkat mitos, penggunaan sampling dog-dog mengonstruksi dua mitos yang saling bertegangan, yaitu mitos budaya Sunda sebagai warisan yang adaptif di era digital, dan mitos keaslian bentuk sebagai prasyarat legitimasi budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa representasi budaya Sunda dalam lagu Karangpawitan bersifat terbuka dan terus dinegosiasikan, serta menegaskan bahwa musik elektronik dapat berfungsi sebagai media komunikasi nonverbal yang efektif dalam menyampaikan identitas budaya lokal di tengah perkembangan teknologi digital. Kata Kunci: representasi budaya, semiotika Roland Barthes, sampling, dog-dog, budaya Sunda, musik elektronik
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 23 Sep 2026 04:32 |
| Last Modified: | 23 Sep 2026 04:32 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84842 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
